Siswa berinisial L, memberikan keterangan kronologi kejadian tersebut.

Siswa SMKN 3 Tanjabtim, Ungkap Kronologi Versi Siswa Terkait Insiden Pengeroyokan Guru

MUARA SABAK, Bungopos.com – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang guru di SMKN 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) terus menyita perhatian publik. Salah satu siswa yang diduga terlibat akhirnya angkat bicara dan menyampaikan kronologi kejadian dari sudut pandang siswa.

Siswa berinisial L menuturkan, peristiwa bermula ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung di dalam kelas. Saat itu, kondisi kelas dinilainya cukup gaduh sehingga ia menegur teman-temannya agar tenang dengan ucapan bernada keras.

Tanpa disadari, ucapan tersebut diduga terdengar oleh guru berinisial AS yang melintas di depan kelas. Guru yang bersangkutan kemudian masuk ke dalam ruangan kelas meski saat itu tengah berlangsung pelajaran lain.

“Beliau bertanya siapa yang bicara, saya mengaku. Setelah dipanggil ke depan, saya langsung ditampar,” ungkap L.

Menurut L, insiden tersebut memicu reaksi dari siswa lain, terlebih karena guru AS juga disebut mengeluarkan perkataan yang dianggap merendahkan salah satu siswa. Hal itu membuat sejumlah siswa meminta agar guru tersebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka saat jam istirahat.

Permintaan tersebut awalnya tidak direspons, namun setelah adanya upaya mediasi oleh guru lain, guru AS akhirnya menyampaikan permohonan maaf melalui pengeras suara. Meski begitu, siswa menilai penyampaian tersebut tidak menyentuh inti permasalahan.

Situasi kembali memanas ketika pihak Komite Sekolah membawa guru AS ke sebuah ruangan dengan tujuan meredam keadaan. Dalam proses tersebut, guru AS disebut melakukan gestur dan ucapan yang dianggap mengejek siswa, sehingga memancing reaksi emosional.

“Saat saya berdiri di depannya, dia langsung memukul hidung saya. Setelah itu, teman-teman langsung bereaksi spontan,” kata L.

Pasca kejadian tersebut, kondisi sekolah sempat kembali kondusif. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Guru AS kembali keluar dari ruangan sambil membawa benda tajam menyerupai sabit dan disebut mengejar para siswa.

“Kami sebenarnya sudah tenang, tapi tiba-tiba dia keluar membawa dua sabit dan mengejar kami. Kami semua lari menyelamatkan diri,” ujarnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian dan menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait. (*)

Penulis: Linnaliska
Editor: Linnaliska
Sumber: Jambi Ekspres