KECELAKAAN : Menewaskan ibu dan anak

Pamit Pergi ke Pasar Bungo, Pulang Jenazah Yuni Disambut Tangis Histeris

MUARO BUNGO, bungopos.com - Pagi itu, Senin (5/1/2026), Yuni (32) memulai harinya seperti biasa. Dengan sepeda motor Honda Scoopy, ia membonceng anak semata wayangnya yang masih berusia tiga tahun. Tujuan mereka sederhana: Pasar Senin di Kota Bungo. Tak ada firasat, tak ada tanda, bahwa perjalanan singkat itu akan menjadi yang terakhir.

Di Kilometer 18 Jalan Lintas Bungo–Padang, wilayah Dusun Sungai Tembang, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, takdir berkata lain. Sepeda motor yang dikendarai Yuni tiba-tiba terlibat tabrakan dengan sebuah mobil Toyota Kijang yang melaju dari arah berlawanan. Benturan keras tak terelakkan.

Jalan lintas yang biasanya ramai oleh kendaraan pagi berubah sunyi oleh kepanikan.Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu sontak berhamburan memberikan pertolongan.

Sepeda motor terseret beberapa meter, sementara mobil dalam kondisi terbalik di badan jalan. Yuni dan anaknya segera dilarikan ke RSUD H. Hanafie Muara Bungo dengan harapan nyawa mereka masih bisa diselamatkan.

Namun harapan itu pupus. Tim medis menyatakan ibu dan anak tersebut meninggal dunia akibat luka berat yang diderita.

Kabar duka itu cepat menyebar di Dusun Sungai Tembang. Tangis keluarga pecah, menyelimuti rumah duka. Tak ada yang menyangka, kepergian Yuni ke pasar pagi itu justru menjadi perpisahan abadi bagi orang-orang terdekatnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui pengemudi mobil masih berusia 16 tahun dan merupakan warga Kecamatan Bathin III. Pihak kepolisian telah mengamankan yang bersangkutan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bungo, Aiptu Adi Kurniawan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa Unit Laka Lantas telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang bukti.

“Kasus kecelakaan ini masih kami tangani untuk mengetahui penyebab pasti kejadian,” ujarnya.

Jenazah Yuni dan anaknya telah dimakamkan di kampung halaman mereka, Dusun Sungai Tembang. Kepergian keduanya menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, terutama di jalan lintas yang padat dan rawan kecelakaan.

Bagi keluarga, pasar yang hendak dituju Yuni mungkin akan tetap ramai setiap Senin. Namun bagi mereka yang ditinggalkan, pagi itu akan selalu dikenang sebagai hari ketika seorang ibu dan anaknya pergi, tanpa pernah kembali. (aca)

Penulis: Salsabila
Editor: Arya Abisatya