BUNGO, bungopos.com — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bungo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Madrasah asal Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, ini berhasil meraih Piagam Penghargaan Juara Kategori Perak dalam Lomba Video Profil Madrasah Aliyah Plus Keterampilan pada ajang Expo dan Rapat Kerja Nasional (EXTRANAS) ke-8 Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) se-Indonesia.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kreativitas MAN 1 Bungo dalam memanfaatkan media audiovisual untuk memperkenalkan identitas, program unggulan, serta potensi pendidikan keterampilan kepada masyarakat luas.
Puncak kegiatan EXTRANAS ke-8 berlangsung di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada 10–13 September 2026. Ajang nasional ini mempertemukan madrasah dari berbagai daerah di Indonesia untuk berbagi inovasi, memperluas jejaring, serta menampilkan praktik pendidikan yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
Melalui kompetisi video profil, setiap madrasah memperoleh kesempatan untuk menunjukkan karakter, keunggulan, dan strategi pengembangan pendidikan. Dalam konteks tersebut, capaian MAN 1 Bungo memperlihatkan bahwa kreativitas digital dapat menjadi sarana strategis untuk memperkuat identitas lembaga pendidikan sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada publik.
Piagam penghargaan bernomor 136/PAN/Extranas/09/2026 ditandatangani oleh Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si., selaku Direktur KSKK Madrasah; Dr. H. Moh. Ali Wafa, M.Pd.I., selaku Ketua MA Plus Keterampilan Nasional; serta Nur Endah Mahmudah, S.Ag., M.Pd.I., dari panitia EXTRANAS ke-8.
Lima Program Keterampilan Jadi Kekuatan MadrasahSalah satu keunggulan MAN 1 Bungo terletak pada pengembangan lima program keterampilan yang dirancang untuk membekali peserta didik dengan kemampuan praktis. Kelima program tersebut meliputi hidroponik, multimedia, teknik elektronika, teknik pengelasan, dan tata boga.
Keberagaman program ini membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat, kreativitas, serta keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan.
Program hidroponik, misalnya, memberikan ruang pembelajaran di bidang budidaya tanaman modern. Multimedia mendorong penguasaan teknologi dan komunikasi visual, sementara teknik elektronika dan pengelasan memperkenalkan keterampilan teknis. Adapun tata boga mengembangkan kreativitas dalam pengolahan makanan sekaligus membuka peluang usaha.
Pendekatan pendidikan berbasis keterampilan tersebut semakin relevan di tengah perubahan dunia kerja yang menuntut generasi muda tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan memecahkan masalah, berinovasi, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Penghargaan kategori perak di EXTRANAS ke-8 menjadi momentum bagi MAN 1 Bungo untuk terus memperkuat sinergi antara pendidikan akademik, keterampilan praktis, dan pemanfaatan teknologi digital.
Prestasi yang Membuka Peluang Lebih LuasCapaian di tingkat nasional ini diharapkan menjadi sumber motivasi bagi seluruh warga MAN 1 Bungo untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan inovasi, dan memperluas ruang aktualisasi peserta didik.
Lebih dari sekadar penghargaan, prestasi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi madrasah di Kabupaten Bungo kepada masyarakat yang lebih luas. Pendidikan keterampilan yang dikembangkan diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Di tengah persaingan pendidikan yang semakin dinamis, keberhasilan MAN 1 Bungo menunjukkan pentingnya membangun madrasah yang adaptif terhadap perubahan, tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan dan pembentukan karakter.
Dengan semangat inovasi dan pengembangan keterampilan, MAN 1 Bungo terus memperkuat perannya dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, daya saing, dan keberanian untuk berkarya.
Prestasi di EXTRANAS ke-8 pun menjadi langkah penting dalam perjalanan MAN 1 Bungo untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, dan Indonesia. (***)