BUNGO, bungopos.com — Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum mereda membuat MAN 1 Bungo Plus Keterampilan, Kabupaten Bungo, Jambi, memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada 19–21 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan peserta didik, guru, dan seluruh warga madrasah di tengah memburuknya kualitas udara.
Keputusan tersebut merujuk pada surat imbauan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo tertanggal 18 Oktober 2026. Melalui surat itu, seluruh satuan pendidikan, termasuk madrasah di bawah naungan Kementerian Agama, direkomendasikan melanjutkan PJJ selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 19–21 Oktober 2026.
Situasi kualitas udara menjadi perhatian serius. Hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 18 Oktober 2026 pukul 11.00 WIB di stasiun pemantauan terdekat, yakni Kabupaten Tebo, menunjukkan angka 301 atau masuk kategori berbahaya.
Angka tersebut menjadi peringatan bahwa paparan polusi udara berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Dalam kondisi seperti ini, pembelajaran tatap muka dinilai berisiko apabila peserta didik harus beraktivitas di tengah paparan kabut asap.
Meski kegiatan belajar di sekolah untuk sementara dibatasi, MAN 1 Bungo Plus Keterampilan berupaya memastikan proses pendidikan tetap berjalan. Pembelajaran dilaksanakan melalui metode daring, luring, maupun kombinasi keduanya, dengan mempertimbangkan kondisi jaringan internet, ketersediaan listrik, serta perangkat belajar yang dimiliki siswa.
Pendekatan tersebut dilakukan agar peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan tanpa menghadapi beban berlebihan selama situasi darurat berlangsung. Penguatan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter menjadi fokus pembelajaran, disertai penyesuaian tugas sesuai kondisi masing-masing siswa.
Para guru tetap menjalankan tanggung jawab pendampingan dari jarak jauh. Kehadiran dan partisipasi siswa dipantau secara berkala, sementara komunikasi dengan orang tua atau wali terus dijaga untuk memastikan kegiatan belajar berlangsung efektif.
Langkah ini sekaligus menjadi ujian bagi fleksibilitas pembelajaran madrasah: bagaimana menjaga mutu pendidikan ketika kondisi lingkungan tidak memungkinkan kegiatan belajar berlangsung secara normal. Selain menjaga keberlangsungan pembelajaran, pihak madrasah mengimbau peserta didik dan keluarga untuk membatasi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.
Jika harus keluar untuk keperluan mendesak, masyarakat diingatkan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel pencemar. Keluarga juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan anggota rumah tangga dan mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara serta imbauan kesehatan.
Pelaksanaan PJJ pada 19–21 Oktober 2026 akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara dan informasi resmi berikutnya. Penyesuaian kebijakan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan serta keselamatan warga madrasah.
Di tengah ancaman kabut asap, MAN 1 Bungo Plus Keterampilan berupaya menjaga dua kepentingan sekaligus: hak peserta didik untuk tetap belajar dan hak mereka untuk memperoleh lingkungan belajar yang aman.
Sebab, dalam situasi darurat lingkungan, keberhasilan pendidikan bukan semata-mata diukur dari berlangsungnya kegiatan belajar, melainkan juga dari kemampuan lembaga pendidikan melindungi kesehatan dan masa depan generasi muda. (***)