MUARA BULIAN, bungopos.com - Di sebuah madrasah di Batang Hari, seorang anak kelas VII membawa sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar harapan untuk menjadi juara. Ia membawa Al-Qur’an, latihan panjang, ketekunan, dan doa yang akhirnya menemukan jawabannya di panggung nasional. Namanya Abizar Ramadhan.
Siswa kelas VIIA MTsN 5 Batang Hari itu berhasil meraih Juara 1 MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, cabang Tilawah Anak Putra.
Prestasi tersebut bukan sekadar angka di papan pengumuman atau sebuah piala yang akan disimpan di ruang madrasah. Bagi keluarga besar MTsN 5 Batang Hari, kemenangan Abizar adalah cerita tentang kerja keras seorang anak yang mampu membawa nama madrasah dan Provinsi Jambi ke panggung nasional.
Di hadapan peserta terbaik dari berbagai daerah, Abizar menunjukkan kemampuan tilawahnya dengan penampilan yang meyakinkan. Suara, penghayatan, dan ketekunannya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an mengantarkannya menjadi yang terbaik di cabang yang diikutinya.
Bagi sebuah madrasah, prestasi seperti ini memiliki makna yang lebih dalam. Ia menjadi bukti bahwa ruang-ruang pendidikan di daerah juga mampu melahirkan generasi yang dapat berdiri sejajar di panggung nasional.
Abizar datang bukan hanya membawa nama dirinya sendiri. Di belakangnya ada guru-guru yang membimbing, keluarga yang mendoakan, teman-teman yang memberi semangat, serta madrasah yang menjadi tempat tumbuhnya kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Karena itu, keberhasilannya disambut dengan rasa syukur dan kebanggaan oleh seluruh keluarga besar MTsN 5 Batang Hari.
“Prestasi Abizar merupakan kebanggaan bagi kita semua. Ia telah membawa nama baik MTsN 5 Batang Hari sekaligus Provinsi Jambi ke tingkat nasional. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan memberikan yang terbaik di masa mendatang,” ungkap keluarga besar madrasah.
Namun, menjadi juara bukanlah garis akhir.
Justru setelah sebuah kemenangan, perjalanan seorang anak sering kali baru dimulai. Piala dapat disimpan, medali dapat dipajang, tetapi kemampuan harus terus diasah dan kecintaan kepada Al-Qur’an harus tetap dijaga.
MTsN 5 Batang Hari berharap prestasi Abizar tidak berhenti sebagai kebanggaan satu hari. Lebih jauh, keberhasilan itu diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk berani bermimpi, tekun berlatih, dan menemukan jalan prestasinya masing-masing.
Sebab dari sebuah madrasah, masa depan tidak selalu lahir dalam bentuk yang sama. Ada yang tumbuh menjadi ilmuwan, pemimpin, guru, profesional, atau pengabdi masyarakat.
Dan ada pula anak-anak seperti Abizar, yang memilih menjadikan suaranya sebagai jalan untuk mendekatkan manusia kepada ayat-ayat Allah.
Dari Batang Hari, suara itu kini telah sampai ke panggung nasional.
Dan kisah Abizar mengingatkan kita bahwa sebuah prestasi besar sering kali bermula dari sesuatu yang sederhana: seorang anak, sebuah Al-Qur’an, latihan yang tak kenal lelah, dan doa yang terus dipanjatkan. (***)