SEMARANG, bungopos.com — Jambi tidak pulang dengan tangan kosong dari Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026. Di tengah persaingan peserta dari seluruh Indonesia, tujuh nama dari provinsi itu berhasil menembus daftar peserta terbaik dalam sejumlah cabang.
Nama Abyzar Ramadan menjadi sorotan paling awal. Qari muda Jambi itu merebut Terbaik I Tilawah Anak-Anak kategori Qari’. Ia berdiri di puncak ketika suara dan penghayatan terhadap ayat Al-Qur’an diuji di hadapan dewan hakim MTQ Nasional.
Prestasi berikutnya datang dari Helfina Eka Fumiyo. Ia meraih Terbaik II Tilawah Remaja kategori Qari’ah. Capaian tersebut membuat Jambi kembali muncul di papan atas kompetisi seni baca Al-Qur’an tingkat nasional.
Lalu ada M. Ibtigho Amardotillah, yang meraih Harapan I Qira’at Al-Qur’an Mujawwad Dewasa kategori Qari’. Di kategori lainnya, Jusmiarni meraih Harapan II Tilawah Disabilitas Netra kategori Qari’ah.
Nama Jambi juga muncul melalui Mohammad Ihza Syahreza, peraih Harapan III Qira’at Al-Qur’an Murattal Remaja kategori Murattil, serta Yeni Nurika, yang meraih Harapan II Qira’at Al-Qur’an Murattal Dewasa kategori Murattilah.
Sementara Syifa Annisa Qona’ah menutup deretan prestasi tersebut dengan raihan Harapan III Tilawah Anak-Anak kategori Qari’ah.
Tujuh nama itu menunjukkan satu hal: panggung MTQ Nasional bukan hanya milik provinsi-provinsi yang selama ini dikenal kuat dalam tradisi tilawah dan tahfiz. Jambi mampu menyelip di antara persaingan itu, membawa suara daerahnya ke panggung nasional.
Tetapi gelar juara bukan garis akhir. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa prestasi MTQ merupakan buah dari ketekunan, kedisiplinan, doa, dan pembinaan yang berkelanjutan. Para juara juga memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.
Di Semarang, Jambi tidak sekadar mengirim peserta. Jambi mengirim pesan: bahwa dari daerah yang jauh dari panggung utama, suara Al-Qur’an tetap bisa terdengar keras—dan kali ini, ia terdengar sampai ke puncak. (***)