MUARA BUNGO, bungopos.com — Empat puluh tiga tahun bukan sekadar angka. Di dalamnya tersimpan jejak para perintis, cerita keluarga yang tumbuh, tradisi yang diwariskan, dan kenangan yang mengikat warga dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Nuansa itulah yang terasa saat warga Dusun Daya Murni, Kampung Mulya, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Penempatan Kampung ke-43. Sejak pagi, masyarakat memenuhi halaman rumah warga dengan suasana penuh keceriaan dan rasa syukur. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua berkumpul dalam satu ruang kebersamaan untuk merayakan perjalanan kampung yang telah menjadi bagian dari hidup mereka.
Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran majelis guru dan pegawai MTsN 4 Bungo. Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) MTsN 4 Bungo, Ani Stianingsih, S.Sos., memimpin jajaran tenaga kependidikan untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran keluarga besar madrasah bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi wujud kedekatan antara lembaga pendidikan dan masyarakat sekitar. Guru dan pegawai MTsN 4 Bungo turut mengambil bagian dalam suasana perayaan yang berlangsung akrab dan kekeluargaan.
Berbagai hidangan kuliner khas daerah disajikan untuk dinikmati bersama. Di tengah makanan dan percakapan, warga serta civitas akademika MTsN 4 Bungo melebur dalam suasana yang hangat.
Semarak perayaan berlanjut melalui berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak hingga orang dewasa. Tawa dan sorak penonton menghidupkan suasana, sekaligus mempertemukan berbagai generasi dalam kegembiraan yang sama.
Panggung hiburan rakyat kemudian menghadirkan warna budaya lokal. Penampilan kuda lumping menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat, disusul tarian daerah yang dibawakan pemuda-pemudi setempat, termasuk siswa-siswi yang mendapat bimbingan dari guru MTsN 4 Bungo.
Bagi generasi muda, panggung tersebut bukan hanya tempat menunjukkan bakat. Ia menjadi ruang untuk mengenal, menampilkan, sekaligus menjaga kesenian yang menjadi bagian dari identitas kampung.
Setelah rangkaian hiburan usai, suasana berubah khidmat. Warga bersama Kaur TU Ani Stianingsih, S.Sos., para guru dan pegawai MTsN 4 Bungo mengikuti pengajian dan doa bersama.
Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas 43 tahun perjalanan penempatan kampung sekaligus harapan agar Dusun Daya Murni senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, persatuan, dan kesejahteraan.
Perayaan HUT ke-43 akhirnya menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Ia menjadi kesempatan bagi warga untuk mengenang perjalanan masa lalu, menikmati kebersamaan hari ini, sekaligus menitipkan harapan untuk generasi yang akan datang.
Empat puluh tiga tahun telah berlalu. Tradisi boleh berubah, generasi boleh berganti, tetapi semangat untuk menjaga kampung sebagai rumah bersama diharapkan tetap hidup. (***)