PARADE : Bupati Bungo, H Dedy Putra membuka ajang Street Parade Night: Spectacular Inauguration Marching Art Competition 2026

Ketika Malam Bungo Menyala, Ribuan Langkah dan Dentuman Musik Menyatukan Harapan Generasi Muda

MUARA BUNGO, bungopos.com– Malam itu, langit Kabupaten Bungo seakan berubah menjadi panggung raksasa. Cahaya lampu memantul di setiap sudut jalan, irama musik menggema memecah keheningan, sementara ribuan pasang mata terpaku menyaksikan barisan demi barisan yang melangkah dengan penuh semangat. Bukan sekadar parade, melainkan sebuah perayaan kreativitas, disiplin, dan mimpi anak-anak bangsa.

Begitulah suasana Street Parade Night: Spectacular Inauguration Marching Art Competition 2026 yang berlangsung pada Jumat (31/7/2026) malam. Ribuan warga tumpah ruah memenuhi sepanjang rute parade untuk menikmati pertunjukan seni jalanan yang memadukan musik, koreografi, tata gerak, dan permainan warna dalam sebuah pertunjukan yang memukau.

Malam pembukaan kompetisi bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bungo H. Dedy Putra, S.H., M.Kn., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bungo. Hadir pula Wakapolres Bungo, anggota DPRD Kabupaten Bungo, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), jajaran kepala OPD, serta dewan juri profesional yang datang dari Malaysia, Jakarta, dan Padang.

Bagi Kabupaten Bungo, ajang ini bukan sekadar perlombaan marching art. Lebih dari itu, ia menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa seni mampu menyatukan keberagaman, menanamkan disiplin, membangun kerja sama, sekaligus melahirkan karakter yang tangguh.

Dalam sambutannya, Bupati Dedy Putra mengungkapkan rasa bangga atas tingginya antusiasme peserta. Sebanyak 36 tim dari berbagai daerah hadir membawa semangat kompetisi yang sehat sekaligus memperlihatkan kekayaan kreativitas anak bangsa.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan kreatif yang mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat citra Kabupaten Bungo sebagai daerah yang terbuka terhadap seni, budaya, dan inovasi.

"Kompetisi seperti ini bukan hanya melahirkan juara, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang disiplin, mampu bekerja sama, serta berani menunjukkan potensi terbaiknya," ujar Bupati.

Sepanjang parade berlangsung, setiap tim tampil dengan identitas dan ciri khas masing-masing. Harmoni musik yang bergema berpadu dengan gerakan yang presisi, formasi yang dinamis, serta kostum penuh warna menciptakan pertunjukan visual yang memikat. Tepuk tangan dan sorak sorai masyarakat terus mengiringi setiap penampilan, menjadikan jalanan Bungo berubah menjadi panggung seni terbuka yang hidup dan penuh energi.

Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia menghadirkan dewan juri profesional dari dalam dan luar negeri. Kehadiran juri dari Malaysia bersama pakar marching art dari Jakarta dan Padang menjadi bukti bahwa ajang ini terus berkembang menuju standar yang lebih tinggi, sekaligus memberi pengalaman kompetitif yang lebih objektif bagi seluruh peserta.

Lebih dari sekadar hiburan, Street Parade Night 2026 menunjukkan bagaimana seni mampu menjadi bahasa yang menyatukan masyarakat. Di tengah derap langkah para peserta, dentuman musik yang menggema, dan sorak bangga ribuan penonton, tersimpan pesan bahwa kreativitas adalah investasi terbaik bagi masa depan.

Kabupaten Bungo pun kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia. Sebab, ketika ruang diberikan kepada anak-anak muda untuk berkarya, yang lahir bukan hanya pertunjukan yang memukau, melainkan optimisme bahwa masa depan daerah akan dibangun oleh generasi yang kreatif, berkarakter, dan percaya diri.

Malam itu, parade memang telah usai. Namun semangat yang ditinggalkannya akan terus bergema—menginspirasi generasi muda untuk terus melangkah, berkarya, dan membawa nama Bungo bersinar, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung dunia. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://www.bungokab.go.id/