PRODUKSI UNGGAS : Tingkat perkembangan produksi Unggas di Kabupaten Bungo

Pelepat Ilir Pimpin Produksi Unggas Bungo, Bukti Ekonomi Desa Tak Lagi Bergantung pada Sawit

MUARA BUNGO, bungopos.com - Di tengah dominasi sektor perkebunan yang selama ini menjadi penopang ekonomi Kabupaten Bungo, ada satu wilayah yang diam-diam membangun kekuatan baru dari sektor peternakan. Kecamatan Pelepat Ilir kini muncul sebagai daerah dengan produksi unggas terbesar di Kabupaten Bungo, menjadikannya salah satu lumbung pangan hewani paling penting di daerah tersebut.

Data Bungo Dalam Angka 2026 mencatat, Pelepat Ilir menghasilkan 23.064 ekor ayam buras dan 1.191 ekor itik, jumlah tertinggi dibandingkan seluruh kecamatan di Kabupaten Bungo pada 2025. Capaian itu menunjukkan bahwa masyarakat setempat tidak hanya bergantung pada komoditas perkebunan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha peternakan unggas sebagai sumber pendapatan yang menjanjikan.

Dominasi Pelepat Ilir terlihat cukup mencolok. Untuk produksi ayam buras, posisi berikutnya ditempati Jujuhan Hilir dengan 7.331 ekor, disusul Jujuhan sebanyak 6.712 ekor, Bathin III sebanyak 5.373 ekor, dan Bathin II Babeko sebanyak 5.309 ekor.

Sementara itu, pada komoditas itik, Pelepat Ilir juga berada di urutan pertama dengan 1.191 ekor. Posisi berikutnya ditempati Rimbo Pengadang sebanyak 749 ekor, Tanah Tumbuh 545 ekor, dan Bungo Dani 417 ekor.

Secara keseluruhan, populasi unggas di Kabupaten Bungo masih didominasi ayam pedaging (broiler) yang mencapai 7.908.113 ekor. Ayam buras tercatat 107.909 ekor, ayam petelur 29.076 ekor, itik 6.051 ekor, sedangkan populasi angsa belum tercatat pada periode tersebut.

Besarnya populasi unggas ini menunjukkan bahwa subsektor peternakan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, sektor ini juga berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila didukung melalui peningkatan teknologi budidaya, penguatan kelembagaan peternak, akses pembiayaan, serta perluasan jaringan pemasaran.

Dengan capaian tersebut, Pelepat Ilir bukan sekadar menjadi penghasil unggas terbesar di Kabupaten Bungo, tetapi juga menjadi contoh bagaimana diversifikasi usaha peternakan mampu memperkuat ekonomi masyarakat di tengah dinamika sektor pertanian dan perkebunan. Data ini menjadi sinyal bahwa potensi peternakan unggas di Bungo masih sangat terbuka untuk terus dikembangkan sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: Bungo Dalam Angka 2026