MANASIK HAJI : Warga Kabupaten Bungo yang khusuk mengikuti kegiatan manasik haji

Warga Bungo Antusias Manasik Haji Gratis, Bekal Menuju Haji Mabrur

MUARA BUNGO, bungopos.com - Ratusan warga Kabupaten Bungo, Jambi, menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti bimbingan manasik haji gratis yang digelar di Masjid Agung Bungo. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan calon jamaah haji agar mampu menjalankan ibadah secara benar, tertib, dan sesuai tuntunan syariat Islam.

Manasik haji ini diinisiasi oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan pengurus masjid sebagai bentuk kepedulian terhadap kesiapan spiritual dan pemahaman ibadah masyarakat. Tidak hanya memberikan teori, kegiatan ini juga menghadirkan simulasi langsung rangkaian ibadah haji, mulai dari tawaf, sa’i, hingga lempar jumrah.

Suasana kegiatan terasa hidup dan penuh semangat. Para peserta tampak serius menyimak setiap materi yang disampaikan, sekaligus aktif mengikuti praktik yang dipandu oleh pembimbing. Bagi banyak calon jamaah, pengalaman ini menjadi bekal berharga sebelum menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini terbuka bagi seluruh calon jamaah haji asal Bungo tahun ini, dengan tujuan utama memberikan pemahaman menyeluruh tentang rukun dan wajib haji, sekaligus melatih kesiapan mental dan fisik peserta.

Salah satu peserta, Jelita, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya bimbingan ini. “Saya jadi lebih paham urutan ibadah haji dan apa saja yang harus dipersiapkan. Terima kasih kepada panitia yang sudah memfasilitasi kegiatan ini secara gratis,” ujarnya.

Kegiatan manasik haji gratis ini pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Selain meringankan beban biaya, program ini dinilai mampu meningkatkan kualitas pemahaman ibadah, khususnya bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat haji.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon jamaah haji dari Kabupaten Bungo dapat berangkat dengan bekal ilmu yang cukup, sehingga mampu menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Lebih dari sekadar persiapan teknis, manasik ini menjadi perjalanan awal menuju haji yang mabrur—ibadah yang tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga membekas dalam kehidupan sehari-hari. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://man3bungo.mdrsh.id/