Mahfud MD

Orasi Mahfud MD di Unja : Jika Demokrasi Baik, Hukum Akan Baik

JAMBI, bungopos.com - Fakultas Hukum Universitas Jambi menghadirkan momen istimewa dalam rangkaian Dies Natalis ke-63 dengan menggelar orasi ilmiah yang inspiratif dan menggugah kesadaran akademik. Bertempat di Auditorium Unifac, Gedung Rektorat UNJA, Mendalo. Kegiatan ini menghadirkan tokoh nasional, Moh. Mahfud MD, Guru Besar Hukum Tata Negara dari Universitas Islam Indonesia.

Mengusung tema “Konfigurasi Politik dan Hukum Pasca-Reformasi 1998”, orasi ini tidak hanya menjadi ruang refleksi ilmiah, tetapi juga panggung inspirasi bagi civitas akademika dan generasi muda untuk memahami eratnya hubungan antara politik dan hukum dalam perjalanan bangsa.

Dalam pengantar orasinya, Prof. Mahfud MD memberikan apresiasi tinggi terhadap kemajuan UNJA. Ia menilai perkembangan universitas di daerah seperti Jambi menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di Indonesia semakin merata dan berkembang pesat. Menurutnya, kehadiran banyak profesor, fasilitas yang memadai, serta iklim akademik yang sehat menunjukkan bahwa perguruan tinggi daerah kini mampu bersaing dan menjadi pusat keunggulan intelektual.

“Potret UNJA hari ini adalah cerminan Indonesia yang maju. Ilmu pengetahuan berkembang, suasana akademik hidup, dan yang ilmiah pun bisa menjadi menarik jika disampaikan dengan baik,” ungkapnya, menegaskan bahwa daya tarik ilmu tidak selalu harus dibungkus dengan isu politik semata.

Lebih jauh, Prof. Mahfud menguraikan gagasan penting dari disertasinya yang telah ditulis lebih dari tiga dekade lalu. Ia menegaskan bahwa terdapat hubungan yang konsisten antara konfigurasi politik dan karakter produk hukum. Dalam sistem politik yang demokratis, hukum cenderung bersifat responsif dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Sebaliknya, dalam sistem politik yang otoriter, hukum menjadi kaku, konservatif, dan cenderung melayani kekuasaan.

Menariknya, menurutnya, tesis tersebut tetap relevan hingga saat ini. Era pasca Reformasi 1998 membuktikan bahwa dinamika politik terus memengaruhi arah dan kualitas hukum di Indonesia. Perubahan kekuasaan politik selalu diikuti dengan perubahan produk hukum, yang mencerminkan kualitas demokrasi yang sedang berjalan.

“Baik buruknya hukum sangat ditentukan oleh bagaimana politik dijalankan. Jika demokrasi dijaga, maka hukum akan ikut membaik,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi ajakan moral bagi seluruh peserta untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga pelaku aktif dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia mendorong masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, untuk terus berperan dalam menciptakan tatanan hukum yang adil melalui partisipasi yang cerdas dan bertanggung jawab.

Kegiatan orasi ilmiah ini ditutup dengan prosesi pemberian cenderamata dan sesi foto bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Momentum Dies Natalis ke-63 ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Jambi sebagai pusat keunggulan intelektual yang menjunjung tinggi integritas, serta sebagai motor penggerak kemajuan hukum dan demokrasi di Indonesia.

Melalui forum ilmiah seperti ini, harapan akan lahirnya generasi penegak hukum yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan semakin nyata—membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, demokratis, dan beradab. (***)

     
Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://www.unja.ac.id/