MoU : Penandatanganan MoU dan MoA oleh Pimpinan OPD dan para RS Mitra Kerjasama serta Penyerahan Cinderamata dan Plakat

Mau Kuliah Dokter Spesialis ? Ini Tiga Jurusan Dokter Spesialis di Unja

JAMBI, bungopos.com – Sebuah langkah besar kembali ditorehkan dunia pendidikan tinggi di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Universitas Jambi melalui Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) resmi meluncurkan tiga Program Pendidikan Dokter Spesialis: Program Studi Bedah, Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif, serta Program Studi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi.

 

Bagi UNJA, peluncuran tiga program spesialis ini bukan sekadar pembukaan prodi baru. Ini adalah jawaban atas kebutuhan riil masyarakat akan layanan kesehatan spesialistik yang lebih dekat, lebih merata, dan lebih terjangkau.

Rektor UNJA, Helmi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen kampus untuk turut ambil bagian dalam memperkuat sistem kesehatan daerah.

“Pencapaian bersejarah ini tentu tidak lepas dari dukungan, kerja keras, dan kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Rektor Universitas Padjadjaran dan Rektor Universitas Sumatra Utara, Gubernur dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jambi, serta para Direktur Rumah Sakit Mitra,” ujarnya.

Kolaborasi yang dimaksud bukan hanya administratif, melainkan sinergi nyata antara kampus dan fasilitas layanan kesehatan. Dalam skema pendidikan ini, para peserta didik nantinya akan ditempatkan di daerah masing-masing, sehingga pemerataan dokter spesialis tidak lagi menjadi wacana, melainkan kenyataan.

Dekan FKIK UNJA, Dr. dr. Humaryanto, Sp.OT, M.Kes., dalam laporannya menegaskan bahwa momentum ini adalah tonggak penting bagi masyarakat Jambi.

“Ini bukan sekadar seremonial akademik. Ini adalah komitmen bersama untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan spesialis di Provinsi Jambi. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi, karena ini bukan hanya milik UNJA, melainkan milik bersama untuk memajukan kesehatan masyarakat Jambi,” tegasnya.

Peluncuran Program Studi Bedah membuka harapan bagi peningkatan layanan operasi yang cepat dan tepat. Program Anestesiologi dan Terapi Intensif menjadi pilar penting dalam penanganan pasien kritis. Sementara Program Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi hadir sebagai respons terhadap tingginya kebutuhan penanganan penyakit paru dan gangguan pernapasan yang masih menjadi tantangan di daerah.

Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, menyambut baik inisiatif ini. Ia berharap pendidikan dokter spesialis yang inklusif dapat melahirkan tenaga medis kompeten yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Besar harapan kita bersama, Program Pendidikan Dokter Spesialis ini dapat mempersiapkan dokter spesialis yang kompeten di masa yang akan datang, sehingga bisa menjawab kebutuhan tenaga medis di Provinsi Jambi,” ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dan MoA bersama pimpinan OPD serta rumah sakit mitra kerja sama, sebagai bentuk penguatan jejaring pendidikan dan pelayanan. Penyerahan cinderamata dan plakat menjadi simbol komitmen bersama membangun ekosistem pendidikan spesialis yang berkelanjutan.

Dengan hadirnya tiga program ini, FKIK UNJA tidak hanya mencetak dokter, tetapi juga menyalakan pelita harapan bagi ribuan bahkan jutaan masyarakat yang mendambakan layanan kesehatan berkualitas tanpa harus jauh ke luar daerah. (***)

Editor: arya abisatya
Sumber: https://www.unja.ac.id/