Bupati Bungo H.Dedy Putra saat meninjau Jembatan Putus di Sepungur

Hujan Berhari-hari, Beberapa Jembatan di Bungo Putus

MUARA BUNGO, bungopos.com  – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bungo dalam beberapa hari terakhir menyisakan dampak serius bagi infrastruktur warga. Salah satunya adalah jembatan gantung di Kampung Baru Sepungur, Kecamatan Bathin II Bebeko, yang terputus dan tak lagi bisa dilalui. Jembatan tersebut selama ini menjadi akses vital mobilitas masyarakat sekaligus penopang utama roda perekonomian warga.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Bungo H. Dedy Putra, S.H. turun langsung ke lokasi untuk meninjau kerusakan jembatan, memastikan kondisi di lapangan, serta mendengar langsung keluhan masyarakat terdampak. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bungo itu menjadi harapan tersendiri bagi warga yang selama ini menggantungkan aktivitas sehari-hari pada jembatan tersebut.

Dalam peninjauan itu, Bupati Dedy Putra didampingi anggota DPRD Kabupaten Bungo, Kepala BPBD dan Kesbangpol, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Bungo Dwi Herlindo, Camat Bathin II Bebeko, Datuk Rio, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Bupati menjelaskan, putusnya jembatan disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengakibatkan salah satu tiang penahan kawat seling roboh. Kondisi tersebut membuat konstruksi jembatan kehilangan keseimbangan dan tidak lagi mampu menahan beban, sehingga tidak dapat difungsikan demi keselamatan warga.

“Jembatan ini sangat penting karena menjadi urat nadi aktivitas dan perekonomian masyarakat. Kita tidak bisa membiarkannya terlalu lama terputus. Insyaallah jembatan ini akan segera kita tangani agar bisa kembali dilalui dan aktivitas ekonomi warga dapat berjalan normal kembali,” tegas Bupati Dedy Putra di hadapan warga.

Lebih lanjut, Bupati memastikan bahwa perbaikan jembatan akan menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bungo. Menurutnya, peluang untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dalam waktu dekat relatif kecil, sehingga daerah harus mengambil langkah cepat dan mandiri.

“Kalau menunggu dana pusat, kemungkinan akan memakan waktu cukup lama. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bungo akan mengambil langkah cepat dengan mengalokasikan dana dari APBD. Insyaallah pada bulan Maret perbaikan sudah dapat mulai dilaksanakan,” ujarnya.

Tidak hanya Jembatan Sepungur, Bupati Dedy Putra juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mencatat sejumlah jembatan lain yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan serius. Di antaranya jembatan di Dusun Sungai Gurun dengan panjang sekitar 150 meter, serta jembatan di Dusun Rantau Duku.

“Semua akan kita hitung dan kaji terlebih dahulu, mulai dari kebutuhan kawat seling hingga material pendukung lainnya, agar pengerjaan nantinya maksimal, tepat sasaran, dan dapat digunakan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Langkah cepat yang diambil Pemerintah Kabupaten Bungo tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga berharap perbaikan jembatan dapat segera direalisasikan agar akses transportasi, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat kembali berjalan lancar.

Bagi masyarakat Sepungur, jembatan bukan sekadar penghubung dua wilayah, melainkan denyut nadi kehidupan. Dan di tengah kondisi darurat ini, kehadiran pemerintah di lapangan menjadi bukti bahwa negara hadir di saat rakyat membutuhkan. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://www.bungokab.go.id/