Sumpah Pemuda ke-98, PMII Bungo Ajak Generasi Muda Lawan Hoaks dan Berinovasi

Sumpah Pemuda ke-98, PMII Bungo Ajak Generasi Muda Lawan Hoaks dan Berinovasi

BUNGO, BungoPos.com – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Bungo menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, meningkatkan kreativitas, serta mendorong peran aktif generasi muda dalam pembangunan daerah.

Upacara peringatan tersebut digelar di Lapangan Kantor Bupati Bungo, Rabu (28/10/2026), dengan dipimpin langsung oleh Kasdim 0416/Bute, Mayor Arm Abasri, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bungo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bungo, unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, para pelajar, perwakilan organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam amanat upacara, generasi muda dari Sabang sampai Merauke diajak untuk terus menjaga semangat persatuan, membangun sinergi, serta melahirkan berbagai inovasi demi kemajuan bangsa dan negara, khususnya Kabupaten Bungo.

Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi juga mampu mengambil peran nyata melalui gagasan, kreativitas, dan kontribusi positif bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bungo bersama jajaran Forkopimda juga mendorong para pemuda agar memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi terkait serta aktif terlibat dalam kegiatan positif di seluruh wilayah Kabupaten Bungo.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks. Maraknya informasi yang belum terverifikasi menuntut pemuda untuk lebih kritis, cermat, dan bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bungo sekaligus alumni Universitas Islam Yasni Bungo, M. Nazri, menekankan pentingnya pemahaman generasi muda terhadap berbagai isu aktual yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemuda harus memiliki kemampuan untuk memilah informasi berdasarkan fakta dan sumber yang dapat dipercaya, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Pemuda harus mampu memahami isu-isu yang berkembang saat ini. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi ikut menyebarkannya tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu,” tegas M. Nazri.

Ia menilai, pemuda memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus bangsa sekaligus calon pemimpin di masa depan. Karena itu, semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar diperingati setiap tahun.

Selain memperkuat rasa persatuan, generasi muda juga dituntut untuk meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan kemampuan, serta berani menghadirkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut Nazri, organisasi kepemudaan dan mahasiswa juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran sosial, memperluas wawasan, serta menjadi ruang bagi lahirnya pemikiran kritis yang konstruktif.

Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat generasi muda Kabupaten Bungo untuk terus bersinergi, berinovasi, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Dengan semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928, generasi muda Bungo diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang cerdas, berintegritas, dan bertanggung jawab, sekaligus menjaga ruang digital agar tetap sehat, produktif, dan bebas dari penyebaran hoaks. (*) 

Penulis: Icha
Editor: Linnaliska