JAMBI, BungoPos.com – Ketua Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Pengurus Wilayah (PW) Jambi, H. Ernawati, menggelar silaturahmi bersama insan pers di Kota Jambi, Sabtu (24/10/2026), turut mendampingi Sekretaris Umum ISMI PW Jambi, Dr. Fahmi Rasyid. Pertemuan yang berlangsung di salah satu restoran di Kota Jambi itu dikemas dalam suasana hangat dan santai melalui diskusi serta bertukar pikiran mengenai berbagai persoalan sosial dan pembangunan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Ernawati menyampaikan sejumlah program prioritas ISMI PW Jambi, khususnya di bidang sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Diskusi juga berkembang dengan berbagai masukan dari para jurnalis yang hadir. Sejumlah persoalan mengemuka, mulai dari ketepatan data desil sebagai dasar penentuan penerima bantuan sosial, upaya membantu menuntaskan kemiskinan ekstrem, hingga kebutuhan pelatihan keterampilan bagi para sarjana baru, hingga pemberdayaan UMKM.
Selain itu, persoalan terbatasnya lapangan pekerjaan turut menjadi perhatian. Para peserta diskusi menilai perlu adanya upaya bersama untuk mendorong pemberdayaan masyarakat dan membuka peluang ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
Masukan lainnya berkaitan dengan pentingnya pendidikan agama dan pembinaan sosial di kawasan yang rentan terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk wilayah bekas lokalisasi. Pendekatan melalui pendidikan keagamaan, pendampingan, dan pemberdayaan diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ernawati memaparkan bahwa ISMI PW Jambi berupaya menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembinaan anak yatim dari keluarga kurang mampu. Program ini tidak berhenti pada pemberian santunan sesaat, melainkan diarahkan pada pendampingan pendidikan secara berkelanjutan.
Setiap anak binaan akan dimasukkan ke dalam basis data untuk memudahkan pemantauan kondisi keluarga, tempat tinggal, sekolah, prestasi, lingkungan pergaulan, serta minat dan bakat mereka.
“Seperti kami memperhatikan anak kami sendiri, seperti itu kami memperhatikan anak binaan,” ujar Ernawati saat menjelaskan pola pendampingan anak yatim.
Program pembinaan anak yatim tersebut telah diluncurkan di Kota Jambi. Bantuan pendidikan diberikan setiap tiga bulan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekolah dan biaya pendidikan lainnya.
Ke depan lanjut nya, penyaluran bantuan direncanakan melalui rekening masing-masing anak agar lebih teratur dan tepat sasaran.
Melalui program tersebut, ISMI berharap anak-anak yatim dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan dan meraih cita-cita mereka.
Selain pendidikan, ISMI PW Jambi juga mendorong pengaktifan kembali fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Ernawati, masjid semestinya tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah salat, tetapi juga ruang belajar dan pengembangan keterampilan bagi berbagai kelompok usia.
"Program ini direncanakan melibatkan tenaga pengajar yang dapat membimbing anak-anak, remaja, orang tua, hingga ibu rumah tangga. Materi kegiatan dapat mencakup pembelajaran kompangan, selawat, bahasa, serta kegiatan positif lainnya sesuai kebutuhan masyarakat setempat."Ungkapnya.
Lebih lanjut, Tenaga pengajar nantinya akan memperoleh honorarium bulanan sehingga kegiatan pembinaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
"ISMI juga membuka peluang kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah setempat, termasuk memprioritaskan tenaga pengajar dari lingkungan sekitar apabila tersedia." Tegasnya.
Pertemuan bersama insan pers ini menjadi ruang untuk menyerap aspirasi sekaligus memperluas komunikasi antara ISMI dan media. Berbagai masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merancang program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui sinergi dengan berbagai pihak, ISMI PW Jambi diharapkan dapat memperkuat perannya dalam bidang pendidikan, sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus ikut mendorong penyelesaian persoalan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Jambi.(*)