NU ONLINE : masa pendaftaran da'i untuk Ramadhan

Pemerataan Dakwah Menjelang Ramadhan 2027, NU Online Institute Buka Rekrutmen Dai hingga Pelosok Negeri

JAKARTA, bungopos.com — Kesenjangan distribusi dai masih menjadi tantangan dalam pelayanan keagamaan di sejumlah wilayah Indonesia. Ketika sebagian daerah memiliki banyak tenaga pendakwah, wilayah lain justru masih membutuhkan pengajar agama untuk mendampingi masyarakat selama bulan suci Ramadhan.

Menjawab kebutuhan tersebut, NU Online Institute membuka pendaftaran lokasi dakwah sekaligus seleksi dai untuk Ramadhan 2027. Program ini dirancang untuk mempertemukan masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan dengan dai yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan setempat.

Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan sejumlah pesantren, yakni Pesantren Lirboyo, Pesantren Al-Falah Ploso, Asrama Perguruan Islam, dan Pondok Pesantren Sirajul Tholibin di Brabo, Grobogan.

Direktur NU Online Institute, Ahmad Mundzir, mengatakan masyarakat dapat mengusulkan wilayah yang membutuhkan dai atau pengajar agama selama Ramadhan. Pendaftaran lokasi dakwah menjadi tahap awal sebelum proses seleksi calon dai dilaksanakan.

“Masyarakat daerah yang tempatnya belum ada dai atau pengajarnya saat bulan Ramadhan bisa mengajukan kebutuhan tersebut melalui NU Online,” ujar Mundzir kepada NU Online, Sabtu (24/10/2026).

Pemetaan kebutuhan menjadi kunci pemerataan

Berbeda dari penempatan yang hanya mengandalkan ketersediaan calon dai, program ini diawali dengan pemetaan kebutuhan masyarakat. Setiap usulan lokasi akan diverifikasi untuk memastikan bahwa penugasan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Pendekatan berbasis kecamatan diterapkan agar distribusi informasi dan penempatan dai dapat dilakukan secara lebih terarah. Setelah lokasi yang diusulkan dinyatakan memenuhi persyaratan, NU Online Institute membuka tahapan pendaftaran dan seleksi calon dai.

Seleksi meliputi tes tertulis dan wawancara. Peserta yang dinyatakan lolos selanjutnya mengikuti pelatihan serta proses pencocokan dengan lokasi penugasan sebelum diterjunkan ke masyarakat.

Mundzir menjelaskan, program ini dilatarbelakangi oleh distribusi tenaga pendakwah yang belum merata. Di sejumlah daerah, alumni pesantren yang memiliki kemampuan berdakwah terkonsentrasi di desa atau kecamatan tertentu, sedangkan wilayah lain masih mengalami kekurangan tenaga pengajar agama.

“Kami berharap dengan adanya layanan ini kami bisa melakukan pemerataan,” katanya.

Penempatan disesuaikan dengan kondisi wilayah

Untuk memastikan penugasan sesuai kebutuhan, masyarakat dapat mengusulkan pola pelayanan dai, baik dengan menetap atau menginap di lokasi dakwah maupun dengan sistem pulang-pergi.

Pilihan tersebut memungkinkan penempatan mempertimbangkan jarak, aksesibilitas, dan kondisi wilayah. Dai yang tinggal jauh dari lokasi dapat dipertimbangkan untuk penugasan dengan pola menginap, sedangkan dai yang berdomisili di sekitar lokasi dapat menjalankan tugas dengan sistem pulang-pergi.

Menurut Mundzir, pengalaman pengiriman dai ke wilayah pedalaman di Jambi turut memperlihatkan pentingnya pemetaan yang lebih akurat. Dalam pengalaman tersebut, dai didatangkan dari Jawa, padahal setelah dilakukan pengecekan ditemukan alumni pesantren yang tinggal di wilayah setempat.

Pengalaman itu menjadi pelajaran bahwa pemerataan dakwah tidak selalu harus dilakukan dengan mendatangkan tenaga pendakwah dari daerah yang jauh. Identifikasi potensi lokal juga penting agar penugasan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui mekanisme ini, NU Online Institute berharap masyarakat dapat mengetahui wilayah yang membutuhkan dai, sementara proses seleksi dan distribusi dapat dilakukan berdasarkan kualifikasi calon serta kondisi lokasi penugasan.

“Kami mengupayakan dengan adanya program ini, masyarakat dapat saling mengetahui lokasi mana yang sedang membutuhkan dai. Nanti kami bisa mendistribusikan dan melakukan tes kualifikasi bersama-sama,” tutur Mundzir.

Jadwal pendaftaran dan seleksi Dai Ramadhan 2027

Rangkaian program berlangsung mulai Oktober 2026 hingga masa penugasan pada Februari–Maret 2027. Berikut jadwal yang disampaikan NU Online Institute.

Tahap I — Pendaftaran lokasi dakwah

  • 22 Oktober–14 November 2026: pendaftaran lokasi dakwah.

  • 15–24 November 2026: verifikasi usulan lokasi.

  • 28 November 2026: pengumuman lokasi terpilih.

Tahap II — Seleksi calon dai

  • 1–16 Desember 2026: pendaftaran calon dai.

  • 19 Desember 2026: tes tertulis.

  • 22–26 Desember 2026: tes wawancara.

  • 28 Desember 2026: pengumuman dai terpilih.

  • 3–16 Januari 2027: pelatihan dan pencocokan dai dengan lokasi penugasan.

Tahap III — Penugasan

  • 2 Februari–4 Maret 2027: masa penugasan dai.

Masyarakat yang ingin mengusulkan lokasi dakwah maupun calon dai dapat mengakses informasi lengkap dan melakukan pendaftaran melalui laman resmi NU Online Institute:

https://institute.nu.or.id/dai-ramadhan

Program ini menempatkan pemerataan pelayanan keagamaan sebagai tujuan utama. Dengan menghubungkan kebutuhan masyarakat, potensi alumni pesantren, dan seleksi berbasis kompetensi, NU Online Institute berupaya membangun mekanisme penugasan dai yang lebih terencana.

Pada akhirnya, keberhasilan dakwah Ramadhan bukan hanya ditentukan oleh banyaknya dai yang diterjunkan, tetapi juga oleh ketepatan penempatan dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Melalui program ini, wilayah yang selama ini kekurangan pengajar agama diharapkan memperoleh pendampingan yang sesuai, sehingga semangat Ramadhan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat hingga ke pelosok negeri. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://www.nu.or.id/nasional