Launching santunan anak yatim dan kampung enterpreneur, Jumat (23/10/26).

ISMI Jambi Luncurkan Program Anak Yatim dan Kampung Entrepreneur, 100 Anak Terima Santunan

JAMBI, BungoPos.com – Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Pengurus Wilayah Provinsi Jambi meluncurkan program santunan anak yatim dan Kampung Entrepreneur di Masjid Hidayatullah, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Jumat (23/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 anak yatim menerima santunan berupa uang tunai sebesar Rp600 ribu per anak untuk memenuhi kebutuhan selama tiga bulan ke depan. Santunan diserahkan langsung oleh Ketua ISMI PW Provinsi Jambi, Hj. Ernawati.

Ketua ISMI PW Provinsi Jambi, Hj. Ernawati, mengatakan bahwa anak yatim menjadi fokus utama program sosial ISMI. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi anak-anak yatim yang benar-benar membutuhkan dukungan ekonomi, terutama untuk melanjutkan pendidikan.

“Fokus utama ISMI adalah anak yatim. Kami ingin membantu anak-anak yatim yang benar-benar membutuhkan bantuan agar mereka tetap bisa bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Menurut Ernawati, kondisi ekonomi setiap anak yatim berbeda-beda. Karena itu, ISMI berupaya memastikan bantuan diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan.

“Tidak semua anak yatim membutuhkan bantuan secara ekonomi karena ada juga yang orang tuanya memiliki kemampuan untuk membiayai pendidikan. Karena itu, kami fokus membantu anak-anak yang memang membutuhkan dukungan agar bisa terus bersekolah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, program tersebut ke depan dirancang untuk membantu anak-anak yatim menempuh pendidikan, termasuk di sejumlah pondok pesantren. ISMI berencana menanggung biaya pendidikan dengan mekanisme pembayaran SPP langsung kepada pihak pesantren.

Namun, karena peluncuran program dilakukan ketika tahun ajaran sudah berjalan, bantuan tahap awal diberikan dalam bentuk uang tunai untuk memenuhi kebutuhan anak-anak selama tiga bulan.

“Program awalnya kami rancang untuk membantu menyekolahkan anak-anak yatim ke pondok pesantren, dengan biaya pendidikan yang ditanggung ISMI. Karena saat ini anak-anak sudah masuk sekolah, untuk tahap pertama kami memberikan bantuan tunai terlebih dahulu,” katanya.

Ernawati menambahkan, anak-anak penerima bantuan nantinya akan menjadi binaan ISMI. Perkembangan mereka akan dipantau, termasuk kedisiplinan, kesehatan, serta minat dan semangat belajar.

“Kami ingin bantuan ini tidak hanya berhenti pada pemberian santunan. Anak-anak ini nantinya menjadi binaan ISMI, sehingga perkembangan pendidikan dan keseharian mereka juga menjadi perhatian kami,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Ahli Sekretariat Daerah Kota Jambi, Yon Heri, yang hadir mewakili Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ISMI dalam melaksanakan program santunan anak yatim dan Kampung Entrepreneur.

Ia menilai, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus upaya membuka peluang bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi.

“Kami mengapresiasi ISMI yang telah menginisiasi program positif ini. Kepedulian terhadap anak yatim, khususnya dalam mendukung pendidikan mereka, merupakan langkah yang sangat berarti bagi masa depan generasi muda,” ujar Yon Heri.

Ia berharap, program yang dijalankan ISMI dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kota Jambi.

Melalui program santunan anak yatim dan Kampung Entrepreneur, ISMI PW Provinsi Jambi diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendorong kemandirian masyarakat melalui pendidikan dan kewirausahaan.(*) 

Penulis: Linnaliska
Editor: Linnaliska