MUARA BUNGO, bungopos.com — Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas keluarga, kesiapan generasi muda, serta kemampuan negara menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Berangkat dari visi tersebut, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo (UMMUBA) memperkuat kemitraan strategis dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Jambi.
Kolaborasi itu ditandai dengan audiensi serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) di Kampus 2 UMMUBA, Selasa (20/10/2026). Kerja sama ini membuka ruang sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada pembangunan kependudukan, pembangunan keluarga, keluarga berencana, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.
Lebih dari sekadar seremoni penandatanganan dokumen, kemitraan tersebut menjadi langkah untuk mendekatkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan berkompetensi, tetapi juga menghadirkan penelitian, inovasi, dan program pemberdayaan yang mampu menjawab tantangan kependudukan dan pembangunan keluarga.
Audiensi tersebut dihadiri Rektor UMMUBA, Dr. Renda Lestari, S.Pd., M.Ed.; Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Zamhari, S.H., M.H., beserta jajaran; serta Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bungo, Zainuddin, S.Pd., M.M.
Dari lingkungan UMMUBA, pertemuan ini juga melibatkan jajaran pimpinan fakultas dan lembaga, yakni Dekan Fakultas Teknik, Ekonomi dan Sains (FTEKS), Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), pimpinan Lembaga Bahasa, Kerja Sama, dan Urusan Internasional (LBKUI), pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum (LPPK), serta Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan.
Kampus sebagai pusat solusi bagi persoalan masyarakat
Dalam pertemuan tersebut, Rektor UMMUBA memaparkan sejumlah peluang kerja sama yang dapat diterjemahkan menjadi program konkret. Beberapa di antaranya adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan jejaring kemitraan antara UMMUBA, BKKBN, dan Pemerintah Kabupaten Bungo.
Melalui skema tersebut, mahasiswa berpeluang terlibat langsung dalam program pembangunan masyarakat. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga belajar memahami persoalan keluarga, kesehatan masyarakat, kependudukan, dan pemberdayaan sosial melalui praktik di lapangan.
Kolaborasi ini bahkan telah memiliki pijakan awal. Mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan UMMUBA telah mengikuti kegiatan magang di Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk memperluas keterlibatan mahasiswa lintas program studi dalam kegiatan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Jika dikembangkan secara berkelanjutan, sinergi ini berpotensi mempertemukan tiga kekuatan penting: pengetahuan akademik dari perguruan tinggi, program strategis pemerintah, dan kebutuhan riil masyarakat. Perpaduan tersebut menjadi penting agar kebijakan pembangunan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Investasi sumber daya manusia dimulai dari keluarga
Dalam audiensi itu, pihak Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi turut memperkenalkan berbagai program strategis di bidang kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga. Salah satu perhatian penting adalah penguatan pendidikan kependudukan di lingkungan perguruan tinggi agar generasi muda memahami peran keluarga dan kualitas sumber daya manusia dalam pembangunan nasional.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Zamhari, S.H., M.H., berharap kerja sama dengan UMMUBA dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi pengembangan sumber daya manusia dan dunia pendidikan di Kabupaten Bungo.
“Harapan kita dengan kerja sama di bidang pendidikan dan kependudukan bersama Universitas Muhammadiyah Muara Bungo ini bisa berjalan dengan baik dan membawa manfaat dalam memajukan sumber daya manusia, khususnya di dunia pendidikan di Kabupaten Muara Bungo,” ujar Zamhari.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi menempati posisi strategis dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan tinggi merupakan bagian dari kelompok yang kelak akan berkontribusi dalam kepemimpinan, pembangunan ekonomi, pelayanan publik, dan berbagai sektor strategis lainnya.
“Sebagian besar generasi calon pemimpin bangsa hari ini berada di perguruan tinggi. Maka, kita bersama-sama menyusun sumber daya manusia untuk Generasi Emas 2045 ke depan, dengan harapan Indonesia akan lebih baik, Indonesia Emas terwujud, dan Kabupaten Muara Bungo juga bisa semakin maju seperti daerah-daerah lainnya,” lanjutnya.
Pesan tersebut menempatkan kerja sama UMMUBA dan BKKBN dalam agenda pembangunan jangka panjang. Sebab, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak cukup dicapai melalui pembangunan infrastruktur atau peningkatan angka pertumbuhan ekonomi semata. Kualitas pendidikan, ketahanan keluarga, kesehatan masyarakat, dan kesiapan generasi muda juga menjadi bagian penting dari fondasi kemajuan bangsa.
Sinergi lintas lembaga untuk kemajuan Bungo
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan KB, PPPA Kabupaten Bungo, Zainuddin, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi perlu dijalankan sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing agar program yang dilaksanakan dapat saling melengkapi.
Keterlibatan pemerintah daerah dalam kemitraan ini menjadi penting untuk memastikan bahwa gagasan akademik dan program pemerintah dapat terhubung dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Bungo.
Dengan ditandatanganinya MoU dan MoA tersebut, UMMUBA, BKKBN Provinsi Jambi, dan pemerintah daerah memiliki landasan untuk mengembangkan kerja sama yang lebih terarah. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan kesepakatan menjadi program berkelanjutan, memperluas partisipasi mahasiswa dan dosen, serta memastikan manfaatnya dapat diukur.
Pada akhirnya, keberhasilan kemitraan ini tidak hanya ditentukan oleh dokumen yang ditandatangani, tetapi oleh dampak yang dihasilkan: semakin kuatnya kualitas pendidikan, meningkatnya kesadaran kependudukan, semakin berdayanya keluarga, dan tumbuhnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Dari Kampus 2 UMMUBA, langkah menuju Indonesia Emas 2045 menemukan salah satu jalur pentingnya—kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah untuk membangun manusia, memperkuat keluarga, dan mendorong kemajuan daerah. (***)