TEBO, bungopos.com — Usianya masih terbilang muda, baru duduk di kelas VII. Namun, bagi Algibran Ramadhan, keberanian untuk bersaing dan menguji kemampuan diri tak perlu menunggu hingga berada di kelas yang lebih tinggi. Siswa kelas VII D MTsN 1 Tebo ini menunjukkan semangat tersebut melalui keikutsertaannya dalam Festival Sains Nasional (FSN) pada bidang Bahasa Inggris.
Di tengah persaingan akademik yang menuntut kemampuan, ketekunan, dan kepercayaan diri, langkah Gibran menjadi gambaran bahwa potensi siswa madrasah dapat tumbuh sejak dini. Keikutsertaannya dalam ajang tersebut bukan sekadar pengalaman mengikuti kompetisi, melainkan juga kesempatan untuk mengukur kemampuan, memperluas wawasan, dan membangun mental berani menghadapi tantangan.
Bahasa Inggris menjadi bidang yang dipilih Gibran untuk menguji kemampuannya. Bagi seorang siswa yang baru memasuki jenjang madrasah tsanawiyah, pengalaman mengikuti kompetisi akademik merupakan ruang pembelajaran penting. Ia dituntut untuk mempersiapkan diri, mengembangkan kemampuan berbahasa, serta membangun keyakinan ketika berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah.
Semangat dan kemandirian Gibran mendapat apresiasi dari Kepala MTsN 1 Tebo, Hj. Elya Pitri, S.Pd.I., M.Pd.I. Ia menilai keberanian siswanya untuk mengikuti FSN Bahasa Inggris merupakan langkah positif yang patut dihargai, terlebih karena Gibran masih berada di tahun pertama pendidikan tingkat madrasah tsanawiyah.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan ananda Gibran. Meskipun masih kelas VII, ia sudah menunjukkan mental juara, mandiri, dan tangguh. Keberaniannya untuk mengikuti FSN Bahasa Inggris adalah prestasi tersendiri. Ini adalah awal yang baik, bukti bahwa siswa MTsN 1 Tebo mampu bersaing di bidang akademik, khususnya bahasa asing,” ujar Elya Pitri.
Bagi pihak madrasah, keberanian seorang siswa untuk tampil dalam kompetisi merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter. Prestasi tidak semata-mata diukur dari hasil akhir atau penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari kemauan untuk belajar, kesiapan menghadapi tantangan, dan ketekunan mengembangkan potensi diri.
Partisipasi Gibran juga menambah semangat keluarga besar MTsN 1 Tebo dalam mendorong peserta didik mengembangkan kemampuan di berbagai bidang. Sebelumnya, dua siswi madrasah tersebut berhasil melaju ke tingkat nasional dalam ajang Putra Putri Wastra Batik Indonesia. Capaian itu memperlihatkan luasnya ruang bagi siswa madrasah untuk berkembang, baik dalam kompetisi akademik maupun bidang seni dan budaya.
Madrasah pun berharap pengalaman Gibran dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya agar tidak ragu menetapkan target, mencoba peluang, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi. Dukungan guru, lingkungan belajar yang kondusif, serta kemauan siswa untuk terus berkembang menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang percaya diri dan berdaya saing.
Di tengah tuntutan pendidikan yang semakin kompetitif, kisah Gibran membawa pesan sederhana: kesempatan untuk berkembang terbuka sejak dini bagi mereka yang berani melangkah. Dari ruang belajar MTsN 1 Tebo, semangat itu diharapkan terus tumbuh, mengantarkan lebih banyak siswa untuk mengenali potensi, meraih prestasi, dan membawa nama baik madrasah ke panggung yang lebih luas. (***)