BUNGO — Transformasi digital menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Guru tidak lagi cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu memahami perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi.
Menyikapi tantangan tersebut, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bungo, Dra. Hj. Masniah, S.Pd., mengajak seluruh guru, khususnya guru Informatika, berpartisipasi aktif dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika jenjang MTs/SMA se-Provinsi Jambi, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 09.45 WIB hingga selesai ini menjadi kesempatan bagi para pendidik untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kompetensi dalam pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA).
MGMP kali ini mengangkat materi Logika, Algoritma, dan Pseudocode, dengan menghadirkan Muhammad Fikri, S.T., sebagai pemateri. Materi pembelajaran tersebut bersumber dari Modul Materi Bina Talenta Indonesia Tahun 2025 yang berkolaborasi dengan Universitas Negeri Surabaya.
Bagi guru Informatika, pemahaman tentang logika, algoritma, dan pseudocode merupakan fondasi penting dalam mengajarkan cara berpikir komputasional. Kompetensi ini membantu peserta didik memahami bagaimana suatu persoalan diurai secara sistematis, kemudian diselesaikan melalui langkah-langkah yang logis dan terstruktur.
Kepala MAN 2 Bungo, Masniah, berharap para guru dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan keterampilan mengajar, serta mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan kesiapan tenaga pendidik. Guru perlu terus belajar dan memperbarui kompetensinya agar mampu membimbing siswa menghadapi perubahan, termasuk perkembangan Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Penguasaan teknologi, lanjutnya, bukan semata-mata tentang kemampuan menggunakan perangkat digital. Lebih dari itu, guru perlu membangun pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan memecahkan masalah agar teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat dalam proses pembelajaran.
Partisipasi dalam MGMP juga membuka ruang bagi guru untuk bertukar pengalaman, mendiskusikan tantangan pembelajaran, serta membangun jejaring profesional dengan sesama pendidik di Provinsi Jambi. Kolaborasi semacam ini penting untuk memperluas praktik baik dan mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Panitia mengimbau peserta mengikuti kegiatan tepat waktu, menggunakan format nama Zoom Nama_Instansi, memakai latar virtual yang telah disediakan, mengaktifkan kamera, serta menonaktifkan mikrofon selama pemaparan berlangsung. Peserta juga diminta mengisi daftar hadir. Panitia menyediakan sertifikat elektronik atau e-sertifikat bagi peserta sesuai ketentuan kegiatan.
Dukungan kepala madrasah terhadap pengembangan kompetensi guru menjadi bagian dari upaya MAN 2 Bungo membangun lingkungan pendidikan yang adaptif terhadap perubahan. Madrasah diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, literasi digital, dan kemampuan berpikir kritis.
Melalui kegiatan MGMP Informatika ini, MAN 2 Bungo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme pendidik dan memperkuat kualitas pembelajaran. Investasi pada kompetensi guru diharapkan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu memahami teknologi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan bersaing di era digital. (***)