MATRIKULASI : Kegiatan matrikulasi UMMUBA

Dari Muara Bungo Menuju Jejaring Global, Magister Pedagogi UMMUBA Siapkan Generasi Baru Pemimpin Pendidikan

MUARA BUNGO, bungopos.com — Pendidikan tinggi tidak lagi cukup melahirkan lulusan yang menguasai teori. Dunia pendidikan membutuhkan pemikir yang mampu membaca perubahan, meneliti persoalan, membangun kolaborasi, dan menerjemahkan pengetahuan menjadi solusi nyata.

Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Matrikulasi Mahasiswa Program Studi Magister Pedagogi Universitas Muhammadiyah Muara Bungo (UMMUBA) yang digelar di Aula Kampus 1 UMMUBA.

Matrikulasi menjadi pintu awal bagi mahasiswa sebelum memasuki kehidupan akademik di jenjang Pascasarjana. Bukan sekadar pengantar perkuliahan, kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa memahami tuntutan akademik program magister sekaligus membangun pola pikir yang lebih kritis, reflektif, dan berbasis riset.

Para mahasiswa datang dari berbagai wilayah di Provinsi Jambi, mulai dari Bungo, Tebo, Merangin hingga Kerinci. Keragaman tersebut menghadirkan ruang akademik yang dinamis, tempat pengalaman dan perspektif berbeda bertemu dalam satu tujuan: memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.

Matrikulasi juga menjadi momentum membangun jejaring antarmahasiswa. Mereka tidak hanya dipertemukan sebagai peserta pendidikan pascasarjana, tetapi juga sebagai calon akademisi, pendidik, praktisi, dan pemimpin pembelajaran yang kelak memiliki peran di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UMMUBA Dr. Renda Lestari, S.Pd., M.Ed., Wakil Rektor II Dr. Aprizan, M.Pd., Ketua Program Studi Magister Pedagogi Dr. Ridho Kurniawan, M.Pd., Sekretaris Program Studi Dr. Bodi Kurniawan, M.Pd., Dosen Magister Pedagogi Dr. Nurmaliati, M.Pd., serta Amina Chuma, M.Ed., M.M., Education Leader and International Cooperation Coordinator from Thailand.

Kehadiran Amina Chuma membawa dimensi baru dalam kegiatan tersebut. Perspektif pendidikan dari luar Indonesia membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat perkembangan pedagogi dalam konteks yang lebih luas, sekaligus memahami pentingnya jejaring dan kolaborasi pendidikan lintas negara.

Bagi mahasiswa pascasarjana, wawasan semacam ini menjadi semakin penting ketika dunia pendidikan bergerak dalam lingkungan yang semakin terhubung. Perubahan teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, transformasi metode pembelajaran, dan tuntutan kompetensi abad ke-21 menuntut pendidik untuk terus belajar dan beradaptasi.

Ketua Program Studi Magister Pedagogi UMMUBA, Dr. Ridho Kurniawan, M.Pd., menegaskan bahwa matrikulasi merupakan langkah awal membangun budaya akademik mahasiswa.

“Di S2, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu berpikir kritis, menganalisis penelitian, berdiskusi secara akademik, menemukan permasalahan, serta menghasilkan gagasan dan solusi berbasis riset,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan perubahan orientasi pendidikan di jenjang magister: dari sekadar menerima pengetahuan menjadi memproduksi pengetahuan.

Mahasiswa didorong membangun kebiasaan membaca jurnal ilmiah, menulis, berdiskusi, melakukan analisis, serta memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan secara bijak. AI diposisikan sebagai instrumen pendukung proses akademik, bukan pengganti kemampuan berpikir dan tanggung jawab ilmiah.

Rektor UMMUBA, Dr. Renda Lestari, S.Pd., M.Ed., menyambut positif pelaksanaan matrikulasi tersebut. Ia berharap mahasiswa mampu membangun budaya akademik yang kritis, kolaboratif, dan berbasis riset, sekaligus memperluas wawasan melalui interaksi dengan perspektif pendidikan internasional.

“Semoga mahasiswa Magister Pedagogi dapat mengikuti proses pembelajaran dengan semangat, mengembangkan kompetensi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan,” ujar Dr. Renda Lestari.

Lebih dari sekadar seremoni awal perkuliahan, matrikulasi tersebut menjadi titik awal perjalanan akademik para mahasiswa untuk memasuki dunia pendidikan yang semakin kompleks.

Dari Muara Bungo, mereka dipersiapkan untuk membaca persoalan pendidikan di daerah, memahami dinamika nasional, sekaligus membuka cakrawala terhadap perkembangan pendidikan global.

Pada akhirnya, keberhasilan program magister tidak hanya diukur dari berapa banyak gelar yang diberikan. Ukurannya juga terletak pada seberapa jauh ilmu yang diperoleh mampu mengubah praktik pendidikan, memperkuat kualitas pembelajaran, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Melalui Magister Pedagogi, UMMUBA menargetkan lahirnya generasi pendidik dan pemimpin pembelajaran yang tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu membawa gagasan dari ruang kelas dan riset menuju perubahan nyata—dari tingkat lokal, nasional, hingga panggung pendidikan internasional. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://ummuba.ac.id/