Kepala BPTD kelas II Jambi, Benny Nurdin, Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Jambi, A.A.N Agung Abimanyu, serta Kadis Perhubungan kota Jambi, Amran saat kegiatan. Selasa (22/09)

Pekan Keselamatan Jalan 2026, Jasa Raharja Jambi Ajak Masyarakat Tekan Angka Kecelakaan

JAMBI, BungoPos.com - PT Jasa Raharja Jambi, mendukung pelaksanaan Pekan Keselamatan Jalan (PKJ) 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan saat berlalu lintas.

Dukungan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Jambi, A.A.N. Agung Abimanyu, saat mengikuti kegiatan sosialisasi keselamatan jalan yang digelar bersama BPTD Kelas II Jambi, Ditlantas Polda Jambi, dan Dishub kota Jambi di kawasan Simpang Mayang, Kota Jambi, Selasa (22/9/2026).

Ia mengatakan, keselamatan berkendara tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi dari berbagai unsur, termasuk pemerintah, kepolisian, penyelenggara transportasi dan masyarakat sebagai pengguna jalan.

"Jasa Raharja tentu nya sangat mendukung PKJ, terlebih sebagai Lima pilar keselamatan, Ditlantas Polda Jambi, BPTD Kelas II Jambi, Dinas Perhubungan serta seluruh pihak terkait, kami terus berkolaborasi memberikan kontribusi positif agar masyarakat Provinsi Jambi semakin taat dan patuh terhadap peraturan lalu lintas," ujarnya.

Menurutnya, upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas harus dilakukan secara bersama-sama. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk membangun budaya tertib dan aman dalam berlalu lintas.

Ia menyebutkan, berdasarkan data Ditlantas Polda Jambi, sejak Januari hingga Agustus 2026, kerugian akibat kecelakaan lalu lintas tercatat mencapai sekitar Rp25 miliar

Selain kerugian material, angka fatalitas kecelakaan juga menjadi perhatian. Berdasarkan data yang disampaikan, fatalitas kecelakaan mengalami kenaikan sekitar 12 persen.

"Yang menjadi perhatian, sekitar 56 persen korban meninggal dunia berasal dari kelompok usia produktif dan generasi muda. Angka ini tentunya sangat besar dan menjadi perhatian kita bersama," katanya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi alasan penting bagi semua pihak untuk terus memberikan edukasi, khususnya kepada generasi muda yang merupakan salah satu kelompok pengguna jalan yang perlu mendapat perhatian.

Ia berharap generasi muda dapat menjadi contoh dalam menerapkan perilaku berkendara yang aman, mulai dari mematuhi rambu dan aturan lalu lintas hingga menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara.

"Karena itu, kami berharap generasi muda dapat memberikan contoh bagaimana berkendara yang baik, mematuhi peraturan lalu lintas, tapi berkendara untuk keselamatan kita bersama," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan di jalan bukan hanya menyangkut diri sendiri, tetapi juga keluarga yang menunggu di rumah.

"Keluarga masih dengan senang hati menunggu kita di rumah. Jadi, mari kita pastikan kita selalu selamat dalam menggunakan moda transportasi jalan," pungkasnya.(*)

Penulis: Linnaliska
Editor: Linnaliska