JAKARTA, bungopos.com — Keterbatasan ekonomi tidak semestinya menjadi batas bagi seseorang untuk mengejar pendidikan tinggi. Semangat itulah yang kembali ditegaskan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) melalui pembukaan Program Beasiswa Cahaya Pintar bagi calon mahasiswa jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2).
Program ini memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan fasilitas pembebasan SPP bagi penerima beasiswa. Pendaftaran dibuka mulai 21 hingga 30 September 2026.
Untuk jenjang S1, Beasiswa Cahaya Pintar ditujukan kepada calon mahasiswa Unusia yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik, berasal dari keluarga tidak mampu, bersedia mengikuti seluruh rangkaian pembinaan, serta tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.
Calon penerima beasiswa S1 harus menyiapkan sejumlah dokumen, antara lain surat keterangan tidak mampu, Kartu Keluarga, KTP, akta kelahiran, pas foto berlatar merah, ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL) yang telah dilegalisasi, SKHU atau nilai akhir, surat keterangan penghasilan orang tua, serta surat pernyataan atau komitmen sebagai penerima beasiswa.
Selain dokumen administratif, pendaftar juga diminta melampirkan foto kondisi rumah yang mencakup tampak depan, ruang tengah, dapur, dan kamar mandi. Persyaratan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi kondisi sosial-ekonomi calon penerima.
Sementara itu, peluang serupa juga dibuka untuk jenjang S2. Beasiswa Cahaya Pintar pada tingkat magister tersedia khusus bagi calon mahasiswa Program Magister Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Islam Nusantara Unusia.
Persyaratan dasarnya relatif serupa, yakni calon penerima harus berprestasi, berasal dari keluarga tidak mampu, bersedia mengikuti seluruh kegiatan pembinaan, dan tidak sedang memperoleh beasiswa dari lembaga lain.
Dokumen yang harus disiapkan calon penerima S2 meliputi akta kelahiran, KTP/SIM/kartu pelajar, ijazah atau SKL yang dilegalisasi, SKHU atau nilai akhir, Kartu Keluarga, informasi pekerjaan dan jumlah pendapatan, jumlah tanggungan keluarga, pas foto ukuran 2×3 berlatar merah, foto kondisi rumah, transkrip nilai S1 yang telah dilegalisasi, surat pernyataan atau komitmen penerima beasiswa, serta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan atau desa.
Unusia telah menetapkan tahapan seleksi yang berlangsung setelah masa pendaftaran berakhir. Verifikasi berkas dijadwalkan pada 1–2 Oktober 2026, dilanjutkan wawancara pada 5–6 Oktober 2026. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 8 Oktober 2026.
Di tengah tantangan biaya pendidikan yang masih menjadi pertimbangan banyak keluarga, kehadiran Beasiswa Cahaya Pintar menawarkan lebih dari sekadar pembebasan biaya SPP. Program ini membuka ruang bagi anak-anak berprestasi dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi untuk mengubah potensi menjadi kesempatan.
Pendidikan, pada akhirnya, bukan hanya tentang siapa yang memiliki kemampuan finansial untuk membayar biaya kuliah. Pendidikan juga tentang bagaimana kesempatan dibuka seluas mungkin bagi mereka yang memiliki kemampuan, kemauan, dan komitmen untuk berkembang.
Melalui Beasiswa Cahaya Pintar, Unusia menempatkan akses pendidikan sebagai jembatan menuju masa depan—agar keterbatasan ekonomi tidak otomatis menjadi akhir dari sebuah cita-cita. (***)