JAMBI, BungoPos.com - Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi bersama Satgas Pangan dan Bulog mendapati adanya kelangkaan beras premium kemasan 5 kilogram di sejumlah pasar tradisional dan ritel modern di wilayah Jambi. Kelangkaan ini dipicu oleh terhentinya pasokan dari distributor utama asal Palembang.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung (sidak) pada Sabtu pekan lalu. Pantauan dilakukan di pasar tradisional seperti Pasar Angso Duo hingga sejumlah ritel modern.
Setelah kita pantau, beras kemasan 5 kilogram premium dari berbagai jenis, seperti Belido, Raja, Topi Koki, dan sebagainya, memang tidak dapat kita jumpai lagi di pasaran," ungkap Johansyah kepada Jambi Ekspres (14/9/2026).
Dikatakannnya, berdasarkan hasil analisa tim di lapangan, kelangkaan ini terjadi karena pihak distributor pangan yang berasal dari Palembang menghentikan sementara produksi beras premium kemasan 5 kilogram. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kenaikan harga kemasan, lonjakan ongkos angkut, hingga kendala mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM)
Sebagai langkah antisipasi dan solusi bagi masyarakat, Pemprov Jambi telah berkoordinasi dengan Bulog untuk menyiapkan stok beras alternatif. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan mulai beralih menggunakan produk dari Bulog.
"Kita sudah menyiapkan beras SPHP (Medium) maupun beras premium dari Bulog. Masyarakat bisa memanfaatkannya dan mendapatkan beras tersebut di Toko TPID yang ada di Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar," jelasnya
Selain itu, Johansyah menambahkan bahwa terdapat arahan dari pusat agar pihak swasta, seperti Wilmar, turut membantu mendistribusikan pasokan beras langsung ke toko-toko ritel maupun pasar tradisional guna menstabilkan ketersediaan beras di Jambi.
Salah seorang Warga Kota Baru Axel mengungkapkan kesulitannya mendapatkan beras Raja Ultima 5 kg. Akhirnya ia membeli beras ukuran besar 20 kg padahal kondisi keuangan sedang pas-pasan.
Ia beras 5 kilo hilang, mau beli merk lain takut tak, kami harap pemerintah hadir menanggulangi ini agar tak ada kelangkaan di Jambi karena bisa jadi alarm kelangkaan yang lebih," sebutnya. (*)