JAMBI, BungoPos.com — Sebanyak 14 pasangan dari kalangan mustahik mengikuti Program Nikah dan Walimah Massal BAZNAS Kota Jambi Tahun 2026 yang digelar di Maulidia Convention Center (MCC), Selasa (8/9/2026).
Program yang dibuka Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., tersebut merupakan kolaborasi BAZNAS Kota Jambi, Pemerintah Kota Jambi, serta Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Kota Jambi.
Selain prosesi akad nikah secara serentak, para pasangan juga mendapatkan fasilitas walimah bersama keluarga serta dokumen administrasi kependudukan berupa buku nikah, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, program ini ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu, khususnya warga yang masuk kategori desil 1 dan 2, agar dapat melangsungkan pernikahan sekaligus memperoleh kepastian administrasi negara.
“Program ini merupakan bentuk kolaborasi untuk memuliakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat yang memiliki niat tulus membangun rumah tangga,” ujar Maulana.
Menurutnya, Pemkot Jambi akan melaksanakan program tersebut secara berkala. Tidak hanya membantu proses pernikahan, pasangan penerima manfaat juga akan mendapatkan pembinaan setelah menikah melalui pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi bersama BAZNAS serta Dinas Koperasi dan UMKM.
“Setelah menikah, mereka juga akan diberikan pelatihan dan keterampilan kerja sekaligus dukungan usaha. Harapannya, mereka mampu membangun keluarga yang mandiri dan bahagia,” katanya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Jambi, Dr. Muhamad Padli, S.M.Pd.I., mengatakan kegiatan tersebut dibiayai melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS Kota Jambi.
“Ini merupakan bukti nyata bahwa Kota Jambi dihidupi oleh kepedulian yang luar biasa dalam memperhatikan masyarakatnya,” ujar Padli.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi, Habibi, S.Sos., M.H., turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada proses pernikahan, tetapi dilanjutkan dengan pembinaan bagi pasangan setelah menikah.
Salah satu pasangan peserta, Hanifi Abiyoso Saputro dan Putri Rama Dewi Susatri, mengaku bersyukur dan terbantu dengan adanya program tersebut.
“Kami sangat bahagia. Kegiatan ini sangat membantu kami dalam melaksanakan pernikahan dan memudahkan berbagai urusan dalam persiapan,” ungkapnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi 14 pasangan untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.(*)