JAMBI, BungoPos.com - Musim kemarau yang berlangsung di Kota Jambi mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah kawasan permukiman. Sebagian sumur warga yang selama ini menjadi sumber kebutuhan sehari-hari mulai mengering, sehingga pemerintah daerah meningkatkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki.
Pemerintah Kota Jambi bersama sejumlah pihak terkait hingga kini terus melakukan pendistribusian air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan.
Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan, pemerintah terus memantau kondisi ketersediaan air bersih di kawasan permukiman. Pemantauan dilakukan secara rutin untuk mengetahui wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air.
“Saya selalu memonitor tiap hari kondisi ketersediaan air bersih di kawasan permukiman. Sebagian masyarakat menggunakan sumber air permukaan dan sumur, sekarang banyak sumur yang mulai kering,” ujar Maulana.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah harus bergerak cepat agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Setiap hari, puluhan mobil tangki dikerahkan untuk mendistribusikan air ke kawasan yang membutuhkan.
“Setiap hari itu kira-kira 35 mobil tangki mendistribusikan air. Sehari bisa mencapai 200 ribu liter air,” katanya.
Maulana mengatakan distribusi tersebut tidak hanya mengandalkan armada Pemerintah Kota Jambi. Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga mendapat dukungan dari TNI dan unsur lainnya untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan koordinasi di tingkat wilayah menjadi bagian penting dalam penanganan kekeringan. Lurah dan camat diminta aktif berkoordinasi untuk memastikan warga yang berada di kawasan terdampak mendapatkan pelayanan distribusi air.
“Lurah dan camat wajib berkoordinasi untuk wilayah yang mengalami kekeringan,” tegas Maulana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi, Doni Sumatriadi mengatakan, distribusi air bersih dilakukan dengan melibatkan sejumlah armada dari berbagai pihak.
BPBD Kota Jambi mengoperasikan satu armada dengan kapasitas 5.000 liter serta tiga armada berkapasitas masing-masing 4.000 liter.
Selain armada BPBD, pelayanan juga mendapat dukungan dari Batalyon 142/KJ sebanyak dua armada dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi sebanyak satu armada.
“Untuk BPBD, kita memiliki satu armada 5 ribu liter dan tiga armada 4 ribu liter. Kemudian diback-up Batalyon 142/KJ sebanyak dua armada dan PMI Kota Jambi satu armada,” kata Doni.
Dengan dukungan armada tersebut, terdapat tujuh mobil tangki yang secara aktif melayani permintaan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Doni menyebut hingga saat ini jumlah air yang telah didistribusikan kepada warga mencapai sekitar 960 ribu liter.
“Total air yang sudah kita distribusikan hingga hari ini sekitar 960 ribu liter. Kita melayani sesuai dengan permintaan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Doni, hampir seluruh wilayah Kota Jambi mulai merasakan dampak kondisi kemarau. Namun, terdapat sejumlah kawasan yang relatif lebih dominan mengalami kekeringan dan membutuhkan distribusi air secara lebih intensif.
“Wilayah relatif semua mengalami kekeringan, cuma yang lebih dominan ada di Paal Merah, Jambi Timur dan Jambi Selatan. Termasuk juga Alam Barajo,” katanya.
Kondisi tersebut terutama dirasakan masyarakat yang masih mengandalkan sumur sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Ketika debit air sumur menurun atau mengering, warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Karena itu, BPBD bersama pemerintah daerah terus melakukan pelayanan distribusi air berdasarkan laporan dan permintaan masyarakat di lapangan.
Doni mengatakan pelayanan tidak dilakukan BPBD seorang diri. Koordinasi dengan Perumda Air Minum Tirta Mayang serta pihak lainnya terus dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau.
“Kita terus memberikan layanan pendistribusian air bersama PDAM dan pihak lain,” ujarnya.
Distribusi air dilakukan dengan memprioritaskan wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Permintaan dari masyarakat menjadi salah satu dasar bagi petugas untuk menentukan lokasi pengiriman air.
Pemerintah Kota Jambi juga meminta jajaran kecamatan dan kelurahan aktif menyampaikan kondisi di wilayah masing-masing. Dengan koordinasi tersebut, distribusi diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Bagi warga yang sumber airnya mulai mengering, keberadaan mobil tangki menjadi salah satu solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Pemerintah pun memastikan pelayanan akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air akibat kondisi kemarau.
Dengan hampir satu juta liter air yang telah disalurkan dan puluhan mobil tangki yang dikerahkan setiap hari, Pemkot Jambi berupaya menjaga agar dampak kekeringan tidak semakin membebani masyarakat.
Distribusi air bersih tersebut menjadi bagian dari langkah tanggap pemerintah menghadapi musim kemarau, sembari memantau perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan sumber air di berbagai wilayah Kota Jambi. (*)