MENARIK : Siswa MTsN 7 Muara Bungo

Yasinan Menggema, Kasidah Rebana MTsN 7 Bungo Tampilkan Talenta Seni Islami

MUARA BUNGO, bungopos.com — Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan alunan rebana berpadu menciptakan suasana religius yang hangat di MTsN 7 Bungo, Jumat pagi (4/9/2026). Setelah pelaksanaan Yasinan bersama, Tim Minat dan Bakat Kasidah Rebana tampil di lapangan utama madrasah, menghadirkan warna berbeda dalam agenda pembinaan keagamaan sekaligus menjadi panggung bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas seni Islami.

Kegiatan Yasinan diikuti oleh seluruh warga madrasah. Seusai rangkaian pembacaan Yasin, para anggota Tim Kasidah Rebana tampil membawakan sejumlah lagu bernuansa religi. Penampilan mereka mendapat perhatian dan apresiasi dari para siswa serta guru yang hadir.

Bagi MTsN 7 Bungo, penampilan tersebut bukan sekadar hiburan di sela kegiatan keagamaan. Di balik lantunan rebana terdapat proses pembinaan yang dirancang untuk membangun keberanian, kedisiplinan, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama.

Di bawah bimbingan Zaleha, para anggota tim tampil penuh percaya diri. Kekompakan dalam memainkan rebana, menjaga tempo, mengatur irama, hingga menyelaraskan vokal memperlihatkan hasil dari latihan yang dilakukan secara rutin.

Zaleha mengatakan, pembinaan Kasidah Rebana diarahkan tidak hanya untuk mempersiapkan siswa agar mampu tampil dalam berbagai kegiatan madrasah, tetapi juga untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka di bidang seni Islami.

“Pembinaan Kasidah Rebana dilakukan secara rutin agar kemampuan siswa terus berkembang. Mereka tidak hanya belajar memainkan rebana, tetapi juga belajar menjaga kekompakan, mengikuti tempo, memahami irama, serta memiliki keberanian untuk tampil di hadapan orang lain,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh siswa melalui kegiatan tersebut dapat menjadi modal penting untuk mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi seni Islami, mulai dari tingkat madrasah, kecamatan, kabupaten hingga jenjang yang lebih tinggi.

Karena itu, konsistensi latihan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kualitas tim. Zaleha berharap seluruh anggota semakin disiplin mengikuti jadwal latihan sehingga kemampuan individu maupun kekompakan kelompok dapat terus berkembang.

“Harapan kami, anak-anak semakin disiplin mengikuti latihan. Dengan latihan yang terjadwal dan dilakukan secara konsisten, kemampuan mereka akan semakin meningkat dan kekompakan tim juga semakin baik,” harapnya.

Lebih dari sekadar kegiatan ekstrakurikuler, Kasidah Rebana menjadi salah satu ruang pendidikan karakter di lingkungan madrasah. Siswa belajar bahwa sebuah penampilan yang baik tidak hanya membutuhkan bakat, tetapi juga latihan, disiplin, tanggung jawab, keberanian dan kemampuan bekerja sebagai sebuah tim.

Penampilan dalam rangkaian Yasinan bersama itu sekaligus memperlihatkan bagaimana pendidikan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan seni dan kreativitas. Nilai-nilai spiritual tidak berhenti di ruang kelas atau kegiatan ibadah, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam ekspresi seni yang positif dan membangun.

Ke depan, Tim Kasidah Rebana MTsN 7 Bungo diharapkan terus berkembang menjadi salah satu wadah lahirnya generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap seni Islami sekaligus berkarakter kuat. Dengan latihan yang konsisten dan pembinaan berkelanjutan, mereka diharapkan mampu tampil semakin matang dan membawa nama baik madrasah dalam berbagai ajang seni dan keagamaan.

Dari lantunan Yasin hingga denting rebana, Jumat pagi di MTsN 7 Bungo menjadi gambaran bahwa pendidikan bukan hanya tentang apa yang dipelajari siswa, tetapi juga tentang bagaimana bakat, kreativitas, karakter, dan nilai-nilai keagamaan tumbuh bersama. (***)

 
Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://mtsn7bungo.mdrsh.id/