TERTINGGI : Grafis pengangguran terbuka di provinsi Jambi

Pengangguran Terbuka di Bungo Capai 4,33 Persen, Jadi Salah Satu yang Tertinggi di Jambi

MUARA BUNGO, bungopos.com — Kabupaten Bungo mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,33 persen, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bungo. Angka ini menempatkan Bungo di atas rata-rata Provinsi Jambi yang tercatat 4,26 persen.

Data tersebut menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dan dunia usaha. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang terus didorong, tantangan berikutnya bukan sekadar menciptakan aktivitas ekonomi, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut mampu membuka lebih banyak lapangan kerja dan menyerap tenaga produktif masyarakat Bungo.

Jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lain di Provinsi Jambi, posisi Bungo juga menunjukkan dinamika pasar kerja yang perlu mendapat perhatian. Kota Jambi mencatat TPT tertinggi sebesar 7,08 persen, disusul Muaro Jambi 5,02 persen dan Sarolangun 4,68 persen.

Sementara itu, beberapa daerah mencatat tingkat pengangguran lebih rendah. Kerinci berada di angka 2,39 persen, Tebo 2,21 persen, Tanjung Jabung Timur 2,00 persen, serta Tanjung Jabung Barat 3,12 persen.

Bungo di Atas Rata-Rata Jambi

Secara regional, angka TPT Bungo sebesar 4,33 persen berarti sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jambi yang berada di 4,26 persen.

Selisih yang relatif tipis tersebut tetap penting dibaca sebagai indikator kesehatan pasar tenaga kerja. Semakin tinggi TPT, semakin besar pula proporsi angkatan kerja yang belum terserap dalam pekerjaan.

Bagi Bungo, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah sekaligus peluang. Kabupaten yang memiliki aktivitas perdagangan, perkebunan, jasa, pendidikan dan sektor ekonomi lainnya memiliki ruang untuk memperluas penyerapan tenaga kerja melalui investasi, penguatan UMKM, hilirisasi komoditas, ekonomi digital dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Bukan Sekadar Angka

TPT pada dasarnya bukan hanya statistik di atas kertas. Di balik angka 4,33 persen terdapat masyarakat yang sedang mencari pekerjaan, lulusan baru yang memasuki pasar kerja, serta tenaga produktif yang membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan memperoleh pendapatan.

Karena itu, strategi penanganan pengangguran idealnya tidak berhenti pada penciptaan lowongan kerja. Pemerintah juga perlu memperkuat link and match antara pendidikan dengan kebutuhan industri, memperluas pelatihan berbasis kompetensi, serta memberikan ruang lebih besar bagi wirausaha dan sektor ekonomi produktif.

Dengan demikian, tantangan Bungo ke depan bukan hanya menurunkan angka pengangguran, tetapi menciptakan pekerjaan yang produktif, berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Data TPT tersebut menunjukkan satu pesan penting: pertumbuhan ekonomi Bungo harus semakin terkoneksi dengan penciptaan lapangan kerja. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://bungokab.bps.go.id/