MUARA BUNGO, bungopos.com — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-53 Tingkat Kabupaten Bungo resmi dimulai di Kecamatan Rantau Pandan, Senin (24/8/2026). Ajang tahunan yang menjadi salah satu agenda terbesar pembinaan Al-Qur’an di Kabupaten Bungo ini diikuti 622 peserta dan official dari 17 kecamatan.
Seluruh kontingen akan berkompetisi pada 11 cabang perlombaan, menjadikan MTQ ke-53 bukan sekadar perhelatan seremonial, tetapi juga menjadi panggung untuk mengukur hasil pembinaan generasi Qur’ani di seluruh wilayah Kabupaten Bungo.
Pembukaan MTQ berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat. Bupati Bungo, H. Dedy Putra, S.H., M.Kn., secara resmi membuka perhelatan tersebut melalui prosesi pemukulan bedug bersama Wakil Bupati dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sebelum tabuh bedug, rangkaian pembukaan diawali dengan pengukuhan dan pembaiatan dewan hakim serta panitera oleh Bupati Bungo. Prosesi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh perlombaan berlangsung dengan menjunjung tinggi objektivitas, integritas, kejujuran, dan profesionalitas dalam penilaian.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak rangkaian pembukaan dimulai. Ribuan warga memadati arena utama MTQ di Rantau Pandan, menciptakan suasana semarak sekaligus memperlihatkan tingginya perhatian masyarakat terhadap syiar dan pembinaan Al-Qur’an.
Bupati Dedy Putra memberikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Kecamatan Rantau Pandan yang dinilai berhasil menghadirkan pembukaan MTQ dengan sangat meriah.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras panitia dan tuan rumah Kecamatan Rantau Pandan. Luar biasa sekali kemeriahan malam ini, ribuan masyarakat hadir membuktikan bahwa antusiasme warga terhadap perhelatan keagamaan ini sangat tinggi,” ujar Dedy Putra.
Menurutnya, semangat masyarakat dalam menyukseskan MTQ diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan pembukaan. Syiar Islam dan semangat mencintai Al-Qur’an harus terus hidup hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Namun, di balik persaingan 622 peserta dan official dalam 11 cabang perlombaan, Bupati menegaskan bahwa terdapat misi yang jauh lebih penting, yakni memastikan MTQ menjadi ruang pembinaan putra-putri asli Kabupaten Bungo.
Ia meminta seluruh camat dan kontingen tidak menjadikan MTQ semata-mata sebagai ajang berburu gelar juara dan piala. Sebaliknya, setiap kecamatan diharapkan serius membina potensi lokal agar lahir generasi Qur’ani yang tumbuh dari daerah masing-masing.
“Manfaatkanlah putra-putri terbaik asli dari wilayahnya masing-masing. MTQ ini adalah wadah pembinaan, bukan sekadar mengejar piala. Kita ingin melahirkan bibit-bibit penghafal dan pemikir Qur’ani yang murni tumbuh dan dibina di tanah Bungo ini,” tegasnya.
MTQ ke-53 Kabupaten Bungo tahun 2026 diikuti 17 kecamatan dengan total 622 peserta beserta official. Mereka akan bersaing dalam 11 cabang perlombaan untuk menjadi yang terbaik sekaligus membawa nama harum kecamatan masing-masing.
Besarnya jumlah peserta dan official serta luasnya cabang yang diperlombakan menunjukkan bahwa MTQ ke-53 menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana pembinaan Al-Qur’an telah berkembang di setiap kecamatan di Kabupaten Bungo.
Lebih dari sekadar kompetisi, MTQ diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Bungo yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami, mengamalkan, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan. (***)