MUARA BULIAN, bungopos.com – Dalam hitungan jam pada Kamis (6/8) dini hari, kobaran api mengubah sebuah rumah ibu Misnah Wati di Jalan PLN Rt 02, Kelurahan Jembatan Mas menjadi puing-puing. Dinding yang dahulu menjadi tempat berteduh kini tinggal arang, sementara harta benda yang dikumpulkan bertahun-tahun lenyap bersama asap yang membumbung ke langit malam.
Namun, di tengah luka yang begitu dalam, secercah harapan kembali hadir.
Sore Kamis sekitar pukul 15.00 WIB, Wakil Ketua I bidang Penghimpunan ZIS BAZNAS Kabupaten Batang Hari, Mohd Haramen, S.E., M.E.Sy., didampingi Tenaga Dakwah Baznas untuk Kecamatan Pemayung, Ustadz Muhammad Lilo, S.Pd mendatangi kediaman Ibu Misnah itu. Kedatangan kedua orang perwakilan Baznas ini disambut Sekretaris Kelurahan Jembatan Mas Iwan, S.E., jajaran staf kelurahan, serta personel Satpol PP yang sudah standby di lokasi.
Kedatangan kedua perwakilan Baznas Kabupaten Batang Hari ini bukan sekadar menyerahkan sejumlah bantuan. Mereka datang membawa pesan bahwa di balik musibah yang merenggut tempat tinggalnya, Ibu Misnawati tidak sendiri.
Di lokasi kebakaran, sisa-sisa bangunan yang menghitam masih menjadi saksi ganasnya api yang melahap rumah pada malam itu. Wajah sedih keluarga korban menggambarkan betapa berat cobaan yang harus mereka hadapi. Kehilangan tempat tinggal bukan hanya kehilangan bangunan, tetapi juga kenangan, rasa aman, dan harapan yang selama ini tumbuh di dalamnya.
Melalui program kemanusiaan, Baznas Kabupaten Batang Hari menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meringankan beban korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus menjadi penyemangat agar keluarga yang tertimpa musibah mampu bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka.
Wakil Ketua I Baznas Kabupaten Batang Hari, Mohd Haramen, menegaskan bantuan tersebut berasal dari dana zakat. Dimana zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga jembatan kasih sayang yang menghubungkan mereka yang diberi kelapangan rezeki dengan saudara-saudara yang sedang diuji kehidupan.
"Musibah bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja. Hari ini kita membantu, esok bisa jadi kita yang membutuhkan uluran tangan orang lain. Karena itu, zakat adalah wujud nyata kepedulian dan persaudaraan yang diajarkan Islam," ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh muzakki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada Baznas Kabupaten Batang Hari. Menurutnya, setiap rupiah yang dititipkan telah berubah menjadi harapan baru bagi mereka yang sedang berada dalam masa-masa paling sulit.
"Bantuan ini adalah amanah dari para muzakki. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan mereka dengan keberkahan rezeki, kesehatan, dan pahala yang terus mengalir," katanya.
Musibah kebakaran mungkin telah menghanguskan rumah Ibu Misnawati, tetapi tidak mampu membakar kepedulian masyarakat. Di tengah abu yang masih berserakan, hadirnya pemerintah daerah, Baznas, aparat, dan masyarakat menjadi bukti bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya.
Karena sejatinya, rumah dapat dibangun kembali, harta dapat dicari lagi, tetapi rasa peduli yang lahir dari hati adalah kekayaan yang tidak pernah dapat dilalap api.
Di saat satu keluarga kehilangan segalanya, zakat hadir bukan hanya sebagai bantuan materi, melainkan sebagai pelukan hangat yang menguatkan. Mengingatkan bahwa di balik setiap musibah selalu ada tangan-tangan yang siap menolong. Itulah makna sesungguhnya dari zakat: menghadirkan harapan ketika harapan nyaris padam. (***)