MUARA BUNGO, bungopos.com – Menjelang sore, ketika sebagian besar masyarakat membuka ponsel untuk mengecek pesan atau melakukan transaksi digital, suasana berbeda justru dirasakan warga di sejumlah desa di Kabupaten Bungo. Di tempat-tempat ini, layar telepon hanya menampilkan tulisan "No Service". Tidak ada sinyal, tidak ada internet, bahkan untuk menghubungi keluarga pun terkadang warga harus meninggalkan kampung mereka.
Kondisi tersebut masih menjadi kenyataan bagi lima desa di Kabupaten Bungo hingga tahun 2025.
Data Bungo Dalam Angka 2026 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bungo mencatat masih terdapat lima desa/kelurahan yang sama sekali tidak memiliki akses sinyal telepon seluler.
Selain itu, masih ada 15 desa yang baru terjangkau jaringan 3G, sementara empat desa hanya memperoleh layanan 2,5G/GPRS, teknologi komunikasi yang sudah jauh tertinggal dibanding jaringan internet saat ini.
Di sisi lain, sebanyak 129 desa dan kelurahan telah menikmati layanan 4G hingga 5G, menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Bungo memang terus berkembang, meski belum sepenuhnya merata.
Kecamatan Pelepat menjadi wilayah yang menghadapi tantangan paling besar. Dari 14 desa yang ada, hanya 10 desa yang telah menikmati jaringan 4G atau 5G. Satu desa masih berada di jaringan 3G, sedangkan tiga desa sama sekali belum memperoleh sinyal telepon seluler.
Kondisi serupa juga masih dijumpai di Bathin III Ulu. Dari sembilan desa, hanya dua desa yang telah menikmati jaringan 4G, enam desa masih mengandalkan jaringan 3G, dan satu desa masih berada di wilayah tanpa sinyal.
Sementara itu, Limbur Lubuk Mengkuang dan Tanah Tumbuh masing-masing masih memiliki desa yang belum menikmati layanan internet cepat karena sebagian wilayahnya masih mengandalkan jaringan lama.
Keterbatasan akses telekomunikasi bukan hanya persoalan komunikasi. Di tengah semakin masifnya digitalisasi pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga transaksi ekonomi, ketiadaan sinyal berpotensi memperlebar kesenjangan pembangunan antarwilayah. (***)