JAMBI, BungoPos.com – Sudah yakinkah Anda bahwa daging ayam atau sapi yang Anda konsumsi disembelih sesuai syariat Islam? Pertanyaan ini menjadi krusial menjelang tenggat waktu program "Wajib Halal Oktober" (WHO) yang dicanangkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Menjawab tantangan tersebut, para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jambi kini berpacu dengan waktu. Kuncinya ternyata ada di ujung pisau para Juru Sembelih Halal (Juleha). Hal inilah yang memicu antusiasme luar biasa dalam gelaran Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Juleha di Jambi, Kamis lalu.
Bukan Sekadar Secarik Kertas, Tapi Bukti Kepercayaan
Hadir langsung di Jambi, Ketua Umum DPP Juleha Indonesia, **Muhammad Ali Subarkah**, menegaskan bahwa sertifikasi juru sembelih adalah "nyawa" bagi UMKM di sektor pemotongan hewan. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan mutu dan spiritual bagi konsumen.
"Sertifikasi ini tidak hanya menjamin keabsahan proses penyembelihan sesuai syariat, tetapi juga menjadi magnet untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk daging di pasaran. Dampak positifnya jelas: ekonomi halal tumbuh dan daya saing UMKM kita melesat tajam,"* tegas Ali.
Ali juga melontarkan pesan penting bagi konsumen: jadilah pembeli yang cerdas. Masyarakat diajak untuk lebih peka dan memastikan daging yang dibeli berasal dari rumah potong atau pelaku usaha yang mempekerjakan juru sembelih bersertifikat.
Antusiasme Membeludak di Jambi
Geliat kesadaran halal di Jambi rupanya tak main-main. Ketua DPD Juleha Kota Jambi, **Jasrul**, membeberkan angka yang menggembirakan. Sebanyak 164 "pahlawan halal" ambil bagian dalam kegiatan ini.
Secara rinci, 64 peserta digembleng kemampuannya melalui pelatihan berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sementara 100 peserta lainnya langsung unjuk gigi dalam Uji Sertifikasi Kompetensi (Serkom).
Baznas Kota Jambi Turun Tangan Beri Dukungan Penuh
Langkah besar ini mendapat suntikan semangat dari **Ketua Baznas Kota Jambi** yang hadir langsung di tengah-tengah peserta. Kehadirannya menjadi simbol kuat bahwa isu daging halal bukan sekadar urusan bisnis, melainkan bentuk perlindungan nyata terhadap umat.
Dalam sambutannya, Ketua Baznas Kota Jambi menyampaikan komitmen penuh lembaganya dalam mendukung gerakan ini.
"Kami dari Baznas Kota Jambi sangat mendukung dan mengapresiasi sertifikasi Juleha ini. Memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat itu halal dan thayyib adalah tanggung jawab kita bersama. Lebih dari sekadar melindungi umat, sertifikasi ini adalah jalan terang untuk memberdayakan UMKM lokal agar usaha mereka makin berkah, terpercaya, dan melangkah maju,"* ungkapnya penuh semangat.
Lewat sinergi solid antara Juleha, masyarakat, dan dukungan strategis dari Baznas, Provinsi Jambi kini tampak semakin mantap menyambut era baru kesadaran pangan melalui program Wajib Halal Oktober. Tujuannya hanya satu: ketenangan batin masyarakat saat menyantap hidangan di meja makan.(*)