DILANTIK PRESIDEN : Said Iqbal saat dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto

Dulu Tekan Istana dari Jalanan ! Kini Pimpinan Organisasi Buruh Ring 1 Prabowo

JAKARTA, bungopos.com -  Sebuah babak baru dalam perjalanan panjang perjuangan kaum pekerja Indonesia resmi dimulai. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin (8/6/2026), melantik tokoh buruh nasional, Said Iqbal, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh di Istana Negara, Jakarta.

Pelantikan ini bukan sekadar pengisian jabatan strategis di lingkungan kepresidenan. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi simbol hadirnya suara buruh secara langsung di jantung pengambilan kebijakan nasional. Sosok yang selama puluhan tahun dikenal lantang menyuarakan aspirasi pekerja kini mendapatkan ruang formal untuk memberikan masukan, analisis, dan gagasan kepada Presiden dalam membangun masa depan ketenagakerjaan Indonesia.

Usai pelantikan, Said Iqbal menegaskan bahwa tugas yang diembannya bukanlah sekadar posisi, melainkan amanah besar untuk memastikan pembangunan ekonomi Indonesia berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat pekerja.

Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintah merupakan cita-cita besar yang patut didukung bersama. Namun, pertumbuhan tersebut harus mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan secara luas oleh seluruh masyarakat.

"Pertumbuhan harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata dan kesetaraan kesempatan. Setiap orang harus memiliki peluang yang sama untuk berkembang," tegasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan sebuah paradigma pembangunan yang tidak hanya mengejar angka statistik, tetapi juga memperjuangkan keadilan sosial sebagai fondasi kemajuan bangsa. Sebab, di balik setiap pertumbuhan ekonomi, terdapat jutaan pekerja yang menjadi penggerak utama roda produksi nasional.

Dalam pandangannya, masa depan kesejahteraan buruh Indonesia bertumpu pada tiga pilar utama: kepastian kerja, kepastian pendapatan, dan jaminan sosial yang kuat. Ketiga aspek tersebut akan menjadi fokus utama rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada Presiden melalui koordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara.

Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis akibat digitalisasi, kecerdasan buatan, dan transformasi industri global, kepastian kerja menjadi kebutuhan mendasar bagi para pekerja. Begitu pula dengan kepastian pendapatan yang layak agar keluarga pekerja dapat hidup secara bermartabat, serta sistem jaminan sosial yang mampu memberikan perlindungan saat menghadapi risiko kehidupan.

Tak hanya itu, perhatian Said Iqbal juga tertuju pada jutaan pekerja migran Indonesia yang selama ini menjadi pahlawan devisa negara. Ia menilai perlindungan terhadap pekerja migran harus terus diperkuat agar negara hadir secara nyata bagi warga negara yang bekerja di luar negeri.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa agenda kesejahteraan buruh tidak hanya menyangkut pekerja di dalam negeri, tetapi juga mencakup seluruh anak bangsa yang mengabdikan tenaga dan keahliannya demi kemajuan Indonesia.

Penunjukan Said Iqbal oleh Presiden Prabowo dipandang banyak kalangan sebagai langkah strategis yang mempertegas keberpihakan pemerintah terhadap pembangunan manusia. Dalam era kompetisi global yang semakin ketat, keberhasilan suatu negara tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakat pekerjanya.

Kehadiran seorang tokoh buruh di lingkaran strategis Istana Negara membawa harapan baru lahirnya kebijakan-kebijakan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Di tengah tantangan ekonomi dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja. Harmoni hubungan industrial yang kuat akan menjadi fondasi bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Pelantikan Said Iqbal bukan hanya tentang satu orang yang memasuki lingkungan Istana. Ini adalah tentang jutaan pekerja Indonesia yang kini memiliki jalur lebih dekat untuk menyampaikan harapan mereka kepada pemimpin negara. Sebuah pesan bahwa pembangunan nasional harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak hanya bercita-cita menjadi negara maju, tetapi juga negara yang memastikan kemajuan tersebut dapat dinikmati oleh seluruh rakyatnya—terutama mereka yang setiap hari bekerja, berkarya, dan menjadi tulang punggung ekonomi bangsa. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://presidenri.go.id/