JAMBI, Bungopos.com – Persiapan pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Perwakilan Provinsi Jambi periode 2026–2030 kini memasuki tahap akhir. Panitia pelaksana terus mematangkan berbagai aspek teknis dan substansi kegiatan agar pelantikan berlangsung khidmat, tertib, dan memberikan makna strategis bagi pembangunan daerah.
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, panitia pelantikan menggelar rapat koordinasi secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (5/6/2026) bersama jajaran Pengurus Besar (PB) ISMI. Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal PB ISMI, Ketua Harian PB ISMI, Ketua Umum PW ISMI Perwakilan Provinsi Jambi, sekretaris, panitia pelaksana, serta sejumlah pengurus lainnya.
Keesokan harinya, Sabtu (6/6/2026), rapat lanjutan kembali dilaksanakan secara tatap muka di kawasan Telanaipura, Kota Jambi. Pertemuan tersebut membahas finalisasi susunan acara, kesiapan tamu undangan, prosesi pelantikan, serta berbagai agenda strategis yang akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Pelantikan, Prof. Dr. H. Syamsir.,S.H,M.H didampingi Sekretaris Panitia, Dr. Fahmi Rasid.,S.E.,M.AP serta juga Bendara Umum Dr. Jamilah.,M.PD serta bersama anggota panitia lainnya.
Menurut Prof. Syamsir, pelantikan Pengurus Wilayah ISMI Perwakilan Provinsi Jambi dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi.
“Persiapan pelantikan saat ini sudah memasuki tahap akhir. Kami terus melakukan Koordinasi dengan Pengurus Besar ISMI maupun berbagai pihak terkait agar pelaksanaan pelantikan berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi pengembangan organisasi serta pembangunan daerah,” ujarnya.
Pelantikan kali ini mengusung tema:
“BERILMU, BERADAT, MEMBANGUN PERADABAN” Tema tersebut dipilih sebagai refleksi dari peran strategis kaum intelektual Melayu dalam menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. “Tema ini mengandung makna bahwa sarjana dan cendekiawan Melayu harus hadir dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai adat, serta komitmen pengabdian untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.
Kemajuan peradaban tidak hanya dibangun melalui kecerdasan intelektual, tetapi juga melalui kekuatan moral, budaya, dan kearifan lokal,” jelas Prof. Syamsir. Pada pelantikan mendatang, Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd akan resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah ISMI Perwakilan Provinsi Jambi periode 2026–2030.
Hj. Ernawati dikenal sebagai sosok perempuan Melayu yang aktif di berbagai bidang. Selain memiliki pengalaman panjang sebagai birokrat, ia juga dikenal sebagai pengusaha yang berhasil mengembangkan berbagai usaha di sejumlah sektor, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk di Arab Saudi.
Kepercayaan yang diberikan kepada Hj. Ernawati dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan peran perempuan dalam kepemimpinan organisasi intelektual Melayu, sekaligus memperluas kontribusi ISMI dalam pembangunan sosial, pendidikan, ekonomi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Jambi.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Pelantikan, Dr. Fahmi Rasid, mengungkapkan bahwa pelantikan nanti tidak hanya menjadi seremoni pengukuhan kepengurusan, tetapi juga akan diisi dengan sejumlah agenda penting yang mencerminkan komitmen ISMI terhadap kemajuan daerah.
Salah satu agenda yang telah dipersiapkan adalah pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh Jambi yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, kebudayaan, pemerintahan, sosial kemasyarakatan, ekonomi, maupun pengembangan peradaban Melayu.
“ISMI akan memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh Jambi yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi luar biasa bagi daerah dan masyarakat. Nama-nama penerima penghargaan akan diumumkan menjelang pelaksanaan kegiatan,” ujar Dr. Fahmi Rasid.
Mengenal ISMI: Wadah Cendekiawan Melayu untuk Membangun Peradaban Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) merupakan organisasi cendekiawan, akademisi, profesional, birokrat, pengusaha, dan tokoh masyarakat Melayu yang lahir dari semangat untuk memperkuat peran kaum intelektual dalam pembangunan bangsa.
ISMI didirikan pada 10 Januari 1986 di Medan, Sumatera Utara, sebagai wadah berhimpunnya para sarjana Melayu dari berbagai disiplin ilmu dan profesi. Organisasi ini dibentuk atas kesadaran bahwa masyarakat Melayu memiliki sejarah panjang dalam membangun peradaban Nusantara dan perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan sumber daya manusia, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya.
Sejak berdiri, ISMI telah berkembang menjadi organisasi yang menghimpun para pemikir dan tokoh Melayu dari berbagai daerah di Indonesia. Keberadaannya tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya Melayu semata, tetapi juga mendorong transformasi sosial melalui pengembangan ilmu pengetahuan, pemberdayaan ekonomi umat, penguatan karakter bangsa, serta pembangunan masyarakat yang berkeadaban.
Dalam perjalanannya, ISMI berupaya menjembatani nilai-nilai tradisi Melayu dengan dinamika modernitas. Organisasi ini meyakini bahwa kemajuan tidak harus menghilangkan identitas budaya. Sebaliknya, budaya dan kearifan lokal dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam menghadapi perubahan global.
Sebagai organisasi intelektual, ISMI memiliki perhatian besar terhadap berbagai isu strategis, antara lain pengembangan pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya Melayu, penguatan nilai-nilai keislaman, pembangunan karakter generasi muda, hingga kontribusi pemikiran terhadap kebijakan publik.
Di tengah tantangan globalisasi, revolusi digital, dan perubahan sosial yang semakin cepat, ISMI memandang bahwa peran kaum cendekiawan menjadi semakin penting. Sarjana dan intelektual tidak cukup hanya menjadi pengamat, tetapi juga harus menjadi pelaku perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.(*)