JAKARTA, bungopos.com - Bagi umat Islam, thawaf bukan sekadar mengelilingi Ka’bah tujuh putaran. Di dalamnya terdapat makna kepasrahan total kepada Allah SWT. Ribuan manusia dari berbagai bangsa berjalan dalam satu arah yang sama, melambangkan kesatuan hati umat Islam dalam mengagungkan Tuhan Yang Maha Esa.
Di tengah lautan manusia yang bertalbiyah dan berdzikir, setiap doa yang terucap menjadi bukti bahwa manusia sejatinya lemah tanpa pertolongan Allah. Tawaf mengajarkan tentang kerendahan hati, kesabaran, dan keyakinan bahwa setiap langkah ibadah akan bernilai di sisi-Nya.
Ustadz Alhafiz juga menganjurkan jamaah haji dan umrah yang hendak bertawaf agar memulainya dengan membaca doa khusus. Hal ini sebagaimana termaktub dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Haji pada Hasyiyah Ibni Hajar alal Idhah.
Adapun doa yang dimaksud adalah sebagai berikut.
بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ إيمَانًا بِكَ وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِك وَوَفَاءً بِعَهْدِك وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيّك مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Bismillāhi wallāhu akbar. Allāhumma īmānan bika, wa tashdīqan bi kitābika, wa wafā’an bi ‘ahdika, wattibā‘an li sunnati nabiyyika Muhammadin shallallāhu ‘alayhi wa sallama.
Artinya, “Dengan nama Allah, Allah maha besar. Ya Allah, (aku bertawaf) karena keimanan kepada-Mu, kepercayaan terhadap kitab suci-Mu, pemenuhan terhadap janji-Mu, dan kepatuhan terhadap sunnah nabi-Mu Muhammad saw.”
"Doa ini berisi kalimat yang sangat baik dalam memulai ibadah tawaf. Tidak harus menghafal untuk membaca doa ini. Doa ini dapat dibaca dengan melihat teksnya," pungkas Ustadz Alhafiz. (***)