Wakil walikota Jambi, Diza Hazra Aljhosa

Wawako Diza Dorong Pengusaha Muda Jambi Lebih Adaptif dan Kolaboratif di Era VUCA

JAMBI, Bungopos.com – Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026 yang digelar BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jambi menjadi ruang diskusi lintas sektor tentang masa depan kewirausahaan di daerah. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Kito Hotel Jambi, Senin (27/04/2026) itu menghadirkan pemerintah, legislatif, pelaku usaha muda hingga kalangan mahasiswa.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, hadir sebagai narasumber dengan menyoroti pentingnya membangun pengusaha muda yang adaptif di tengah perubahan cepat. Ia menilai, tantangan dunia usaha saat ini tidak lagi bisa dihadapi secara individual, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antar pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Diza, struktur demografi Kota Jambi yang didominasi generasi muda menjadi peluang strategis. Dari total 654.194 jiwa penduduk, hampir separuhnya merupakan generasi Alpha dan Gen Z. Potensi ini, kata dia, harus diarahkan agar mampu menjadi kekuatan ekonomi baru.

“Jika tidak dipersiapkan dengan baik, bonus demografi justru bisa menjadi beban. Karena itu, generasi muda perlu didorong menjadi pelaku usaha yang inovatif dan mampu beradaptasi,” ujarnya.

Ia juga membagikan pengalamannya sejak bergabung dengan HIPMI pada 2012 hingga aktif sebagai pengusaha beberapa tahun terakhir. Diza melihat, saat ini peran generasi muda—terutama Gen Z—semakin dominan dalam menggerakkan sektor UMKM.

Dalam kesempatan itu, Diza turut menyinggung sejumlah program Pemerintah Kota Jambi, salah satunya Bantuan Usaha Kelompok Masyarakat (BANHARKAT) sebagai skema permodalan. Program ini dinilai dapat dimanfaatkan oleh anak muda, termasuk mahasiswa dan anggota HIPMI, untuk mulai atau mengembangkan usaha.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dalam berbisnis. Tidak hanya mengejar keuntungan, pengusaha muda diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi pada stabilitas ekonomi daerah.

Dari sisi kebijakan nasional, Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, yang turut hadir dalam forum tersebut menyoroti pentingnya pemahaman hukum, khususnya terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Ia menyebut, pemerintah kini mulai membuka akses pembiayaan berbasis kekayaan intelektual bagi pelaku usaha.

“HKI punya nilai ekonomi tinggi. Tahun ini pembiayaan KUR berbasis kekayaan intelektual mulai disiapkan, ini peluang besar bagi UMKM,” jelasnya.

Ia juga menyinggung sejumlah program prioritas nasional yang dinilai bisa menjadi peluang bagi pengusaha muda, mulai dari program pangan hingga perumahan.

Melalui forum ini, diharapkan lahir sinergi yang lebih konkret antara pemerintah dan pelaku usaha muda dalam membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat, responsif, dan berkelanjutan di Kota Jambi.(*)

Penulis: Linnaliska
Editor: Linnaliska