JAMBI, bungopos.com — Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Yudisium XIX Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, yang digelar di Wing C pada Senin (20/4/2026). Sebanyak 221 mahasiswa resmi dinyatakan lulus, menandai berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal langkah baru menuju pengabdian di tengah masyarakat.
Rektor Kasful Anwar dalam arahannya menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus menggugah semangat para lulusan. Ia menekankan bahwa setiap alumni adalah wajah kampus di tengah masyarakat, sehingga tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik almamater menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
“Jadilah alumni yang memberikan yang terbaik bagi masyarakat, menjadi teladan, serta menjaga nama baik UIN STS Jambi. Kebermanfaatan harus dibarengi dengan ilmu dan keahlian yang mumpuni,” ujarnya dengan penuh harap.
Lebih dari sekadar seremoni kelulusan, momen yudisium ini menjadi refleksi bahwa ilmu yang telah diraih adalah bekal untuk mengabdi. Rektor juga mengingatkan bahwa derajat manusia akan diangkat melalui ilmu pengetahuan, sehingga para lulusan diharapkan tidak berhenti belajar.
“Kejarlah cita-cita ke depan. Jika ada kesempatan, lanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Jadilah alumni yang gemilang, cemerlang, dan terbilang,” tambahnya, disambut antusias para peserta.
Pesan tersebut terasa semakin kuat ketika ia menegaskan bahwa kesuksesan bukanlah sesuatu yang instan. Dibutuhkan kerja keras, kesabaran, dan ketekunan dalam setiap langkah kehidupan. “Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Saya doakan seluruh lulusan menjadi orang-orang sukses di mana pun berada,” tuturnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah Ahmad Syukri Saleh memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya yudisium yang kali ini diinisiasi sepenuhnya oleh mahasiswa. Menurutnya, hal ini mencerminkan kemandirian, kreativitas, serta semangat kolaboratif yang patut dibanggakan.
“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti yudisium hari ini. Fakultas sangat terbuka dan mendukung setiap inisiatif positif dari mahasiswa,” ungkapnya.
Yudisium XIX ini bukan sekadar penanda kelulusan, melainkan juga gerbang menuju pengabdian yang lebih luas. Di balik toga yang dikenakan, tersimpan harapan besar agar para lulusan mampu menjadi agen perubahan—membawa nilai-nilai keilmuan, keislaman, dan kemanusiaan ke tengah masyarakat.
Dengan langkah pasti dan doa yang mengiringi, 221 lulusan Fakultas Syariah ini kini bersiap menulis kisah baru—menjadi pribadi yang tidak hanya sukses secara individu, tetapi juga memberi arti bagi sesama. (***)