JAMBI, bungopos.com - Meski hajatan pemilihan Gubernur Jambi masih cukup jauh. Namun para tokoh dan politisi sudah menyodorkan beberapa kriteria calon pemimpin Jambi kedepan. Salah satunya tokoh Jambi yang berdomisili di Batam, Rahman Usman.
Menurut adik mantan Menteri Kehutanan RI era Gusdur Marzuki Usman ini, bahwa pemilihan gubernur mendatang bukan sekadar rutinitas politik lima tahunan belaka. Tetapi momentum menentukan arah masa depan daerah.
''Apakah tetap berjalan biasa-biasa saja, atau melompat menjadi kekuatan baru berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif,'' ucap mantan Ketua Otorita Batam ini.
Dirinya mengingatkan masyarakat agar tidak lagi memilih pemimpin yang memiliki “beban masa lalu”, termasuk rekam jejak hukum yang pernah mencoreng kepercayaan publik. Dikatakannya, Jambi butuh figur dengan future thinking, bukan sekadar popularitas atau kekuatan lama.
''Kita butuh calon pemimpin yang visioner,'' tegas Mantan Kepala Asuransi Jasa Raharja Batam ini.
Disebutkannya, jika bicara potensi, Jambi sebenarnya tidak kalah dengan daerah wisata unggulan lainnya di Indonesia. Bahkan, kekayaan alam dan sejarahnya tergolong sangat lengkap.
''Saya kira ada beberapa aset strategis yang selama ini dinilai belum digarap maksimal antara lain Candi Muara Jambi, salah satu situs peninggalan Buddha terbesar di Asia Tenggara,'' tukas pelaku pariwisata Batam ini.
Selain itu, lanjutnya, ada empat taman nasional, termasuk Taman Nasional Kerinci Seblat yang sudah dikenal dunia. Kemudian Geopark Merangin dengan fosil purba bernilai global. Belum lagi kebun Teh Kayu Aro, salah satu kebun teh tertinggi di dunia.
''Juga kita ada Gunung Kerinci dan Danau Kerinci serta berbagai air terjun eksotis yang tersebar di wilayah pegunungan. Tapi kenapa Jambi belum menjadi destinasi wisata utama nasional, apalagi internasional?,'' ujar Putra Mersam ini.
Disebutkannya, yang membuat Jambi sulit maju selama ini yakni aksesibilitas. Oleh karena itu, sebutnya, agenda besar mendesak untuk gubernur ke depan yakni pembenahan serius Bandara Depati Parbo agar mampu melayani penerbangan skala lebih besar. Kemudian juga mendorong pembangunan bandara di Merangin. Termasuk perluasan dan peningkatan kualitas jalan menuju Merangin dan Kerinci.
''Tanpa konektivitas yang baik, potensi hanya akan menjadi cerita, bukan penggerak ekonomi,'' ucapnya.
Jika destinasi sudah kuat, sebutnya, maka investor dan maskapai akan datang sendiri. Bukan tidak mungkin ke depan akan terbuka penerbangan langsung (direct flight) dari Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, India dan China.
''Jambi butuh pemimpin bersih, berani, dan berpikir jauh ke depan. Karena pada akhirnya, pertanyaan besarnya bukan lagi siapa yang maju, tetapi siapa yang benar-benar mampu membawa Jambi naik kelas?,'' tegas putera Mersam, Batang Hari ini. (***)