Grand opening wisata kuliner kota tua.(03/04)

Kota Tua Jambi Bersinar Lagi, Kuliner Malam Jadi Andalan Baru

JAMBI, Bungopos.com – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam menghidupkan kembali kawasan Pasar sebagai pusat ekonomi terus menunjukkan hasil. Salah satunya melalui peresmian Kawasan Wisata Kuliner Kota Tua yang digelar meriah di depan Hotel Duta, Kecamatan Pasar, Jumat malam (03/04/2026).

Kawasan ini dirancang menjadi destinasi unggulan yang memadukan nilai sejarah, kekayaan kuliner, serta geliat ekonomi kreatif. Pengelolaannya melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Siginjai Sakti, dengan konsep penataan berbasis segmentasi kawasan.

Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A. Dalam sambutannya, Maulana menegaskan bahwa pengembangan kawasan Kota Tua dilakukan secara terpadu lintas sektor.

Menurutnya, potensi Kota Jambi tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kekuatan sumber daya manusia dan pelaku usaha lokal yang perlu terus didorong.

“Kota Tua ini akan kita bangun secara terintegrasi. Kita ingin menjadikannya daya tarik baru yang mampu mengundang wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut nantinya akan dibagi dalam beberapa zona, mulai dari area religi di sekitar Masjid Magatsari, hingga zona kuliner dan fashion. Pembagian ini dilakukan untuk menjaga ketertiban serta menghindari tumpang tindih pemanfaatan ruang.

Selain itu, Pemkot juga akan melakukan penataan infrastruktur dan penertiban pedagang guna menciptakan suasana yang nyaman dan tertib bagi pengunjung.

“Kita ingin kawasan ini tertata rapi, tanpa konflik ruang. Semua diatur agar pengunjung merasa nyaman dan aktivitas ekonomi bisa berjalan optimal,” jelasnya.

Keberadaan kawasan wisata kuliner ini juga diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas ruko yang selama ini cenderung sepi di malam hari. Nantinya, bangunan akan dipercantik dengan penataan visual agar lebih menarik dan bernilai estetika.

Maulana optimistis, jika kawasan ini berkembang dengan baik, maka dampaknya akan terasa pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kalau kawasan ini hidup dan ramai, tentu akan berdampak langsung pada peningkatan PAD. Ini langkah menuju kemandirian daerah,” tegasnya.

Acara peluncuran berlangsung semarak dengan dihadiri unsur Forkopimda Kota Jambi, Ketua TP PKK Kota Jambi, jajaran Pemkot, hingga para pelaku usaha dan undangan lainnya.

Hadirnya kawasan wisata kuliner Kota Tua ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan wajah Kota Jambi. Diharapkan, kawasan ini mampu tumbuh berkelanjutan sebagai ikon kota sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat. (*)

Penulis: Linnaliska
Editor: Linnaliska