JAKARTA, bungopos.com - Pendaftaran program gelar Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) untuk sarjana, magister dan doktoral dibuka 1 April 2026. Hal demikian dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Keagaaman (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Ruchman Basori. Ia menegaskan bahwa Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) merupakan upaya negara dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya instansi pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Sementara itu, penerima BIB Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) bagi program sarjana hingga doktoral mulai dibuka 1 April sampai 31 Mei 2026. Salah satu awardee (penerima) Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag program doktoral tahun 2022, Waliyadin, membagikan pengalaman lolos seleksi. Ia menilai bahwa hal mendasar yang kerap kurang mendapat atensi para pendaftar adalah kelengkapan administrasi. Fokus pendaftar cenderung teralihkan kepada syarat lain berikutnya.
"Paling pokok tapi kadang terabaikan itu administrasinya. Jadi harus betul-betul diperhatikan, baik kecakapan bahasa seperti TOEFL atau IELTS hingga proposal penelitian," katanya saat dihubungi NU Online.
Waliyadin juga membagikan kiat menghadapi wawancara dan penyusunan proposal penelitian. Menurutnya, wawancara menjadi salah satu tahap krusial karena berbasis langsung pada proposal riset yang diajukan pendaftar. Oleh karena itu, calon awardee harus memahami secara mendalam isi proposalnya.
“Wawancara itu kan basisnya dari proposal penelitian kita. Jadi yang akan ditanyakan berkaitan dengan riset, misalnya topik penelitiannya, kira-kira kontribusinya itu apa,” ujarnya.
Ia menambahkan, aspek kontribusi menjadi poin penting yang akan digali oleh pewawancara, terutama terkait manfaat penelitian bagi institusi asal pendaftar, seperti perguruan tinggi atau lembaga di bawah Kementerian Agama. Dalam menyusun proposal, Waliyadin menyarankan agar pendaftar mengikuti panduan umum yang telah ditentukan, mulai dari bagian pendahuluan, kajian literatur, hingga metodologi penelitian. Namun demikian, ia mengingatkan agar proposal disusun secara efektif sesuai batas kata yang ditetapkan.
Sementara itu, dalam laman resmi https://beasiswa.kemenag.go.id/pendaftaran-penjadwalan/, terdapat 6 jalur di dalam BIB ini yakni unggulan keagamaan, akselerasi, double degree, pesantren, targeted dan program partnership. Penjaluran ini disebut untuk memudahkan pendaftar memilih beasiswa yang dituju. Persyaratan dan pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan tersebut di atas.
Adapun alur pendaftarannya sebagai berikut.
(***)