YOGYAKARTA, bungopos.com - Jumlah penderita kanker ginjal mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir. Data GLOBOCAN, di bawah koordinasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menunjukkan, insiden kanker ginjal pada laki-laki secara global mencapai 4,8 persen dibandingkan kanker jenis lain. Hal ini menempatkan kanker ginjal berada di peringkat ketujuh dari semua jenis kanker yang diderita laki-laki. Kanker prostat berada di urutan pertama, sebanyak 31,7 persen. Rentang usia penderita juga cenderung maju, menyasar orang dengan usia yang lebih muda. Bukan seperti penyakit lain yang keberadaannya dapat dideteksi dengan mudah, kanker ginjal menyebar perlahan tanpa menunjukkan gejala di stadium awal. Belum lama ini, Vidi Aldiano, penyanyi dan publik figur meninggal dunia di usia 35 tahun pada Sabtu (7/3) lalu yang disebabkan oleh kanker ginjal yang telah dideritanya sejak 2019.
Dokter Spesialis Urologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K)., mengatakan kanker ginjal bukan jenis penyakit yang menular atau disebarkan melalui riwayat genetik turun temurun. Penyakit ini muncul dari clear cell (sel jernih) atau tumor yang nampak transparan ketika dilihat dengan mikroskop. Penyebab kemunculan tumor ini belum diketahui, namun ia datang dari gaya hidup yang berisiko memantik, seperti kebiasaan merokok, riwayat hipertensi atau rutinitas mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan tekanan darah, juga sistem metabolisme tubuh rendah yang memicu kelebihan berat badan.
Lebih jauh Zulfan menerangkan, memiliki orang tua atau pendahulu yang memiliki riwayat penderita kanker ginjal, berisiko terpapar dua kali lipat lebih besar. Bahkan orang yang sebelumnya sudah menderita gangguan fungsi ginjal juga memiliki risiko lebih tinggi, dibandingkan dengan orang yang ginjalnya masih berfungsi dengan normal. Kasus biasanya baru muncul ketika penderita tidak sadar bahwa kanker ginjal yang diidapnya telah sampai pada stadium tengah menuju akhir. “Kanker in memang tidak menunjukkan gejala yang khas di awal, tetapi disinilah masyarakat sering luput. Mereka datang saat kanker sudah tahap lanjut. Karena tidak memperlihatkan gejala sama sekali, orang-orang datang saat sudah parah, akibatnya harapan hidupnya juga lebih rendah,” jelasnya, Rabu (1/4).
Zulfan menuturkan, gejala yang sering muncul pada penderita kanker ginjal baru bisa dikenali saat sudah masuk stadium tengah. Beberapa tanda dapat dideteksi, seperti kencing disertai darah, rasa tidak nyaman yang disusul tumbuhnya benjolan di area pinggang, atau rasa pegal-pegal yang lebih sering diabaikan.
Ia menyarankan, bagi mereka yang keluarganya memiliki riwayat penderita kanker ginjal dan riwayat penyakit gangguan fungsi ginjal, untuk segera melakukan pemeriksaan rutin ultrasonografi (USG) dan medical check up minimal satu tahun sekal. “Upaya ini bertujuan untuk meminimalisasi munculnya kasus baru karena diagnosis biasanya bersifat insidental,” paparnya.
Menurut Zulfan, terdapat dua jenis tindakan yang dapat diambil pada pasien yang telah terindikasi kanker ginjal. Pada kasus yang masih belum memasuki stadium lanjut, ketika ukuran tumor tidak lebih besar dari 7 sentimeter, tindakan kuratif operasi pengangkatan menjadi solusi. Sementara itu, untuk kasus tumor yang telah menyebar, diperlukan tindakan variatif dengan cara menekan persebaran sel agar lebih lambat guna membantu memperpanjang usia penderita.“Kanker itu sifatnya semi emergency. Kita berkejaran dengan waktu. Sehingga, semakin pasien luput atau tidak konsisten melakukan kontrol, maka pintu bagi persebaran sel tumor semakin terbuka lebar,” ucapnya.
Untuk mencegah terkena kanker ginjal, ia menyarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga, tidur tepat waktu, memastikan asupan gizi seimbang, serta menghindari rokok dan alkohol. Sementara itu, jika terdapat indikasi kanker ginjal dari hasil pemeriksaan rutin, maka pasien dapat mengikuti arahan dokter. “Apabila terdeteksi mengidap kanker di stadium awal, silahkan ikuti program yang sudah ditetapkan oleh dokter,” pesannya. (***)