UJI KOMPETENSI : Dua pimpinan Baznas Batang Hari yang lolos uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Baznas RI yakni H Muslim dan Mohd Haramen

Ikhtiar Menjaga Amanah Zakat Umat, Pimpinan Baznas Batang Hari Ikut Uji Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi Baznas RI

MUARA BULIAN, bungopos.com — Mengelola zakat bukan sekadar tugas kelembagaan, melainkan amanah besar yang kelak akan dipertanggungjawabkan, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah SWT. Kesadaran inilah yang melandasi keikutsertaan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Batang Hari dalam Uji Kompetensi Skema Pimpinan BAZNAS Daerah yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS RI.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pelatihan Kompetensi Pimpinan BAZNAS Daerah yang digelar oleh BAZNAS Institute pada 26–29 Januari 2026. Pelatihan ini menjadi ikhtiar untuk memperkuat nilai kepemimpinan Islami, pemahaman syariah, serta profesionalisme amil dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya…”
(QS. An-Nisa: 58)

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa amanah zakat menuntut kapasitas, kejujuran, dan kompetensi dari para pengelolanya.

Pada 30 Januari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan uji kompetensi oleh asesor dari LSP BAZNAS RI sesuai skema pimpinan BAZNAS daerah. Uji ini bertujuan memastikan pimpinan BAZNAS memiliki standar kompetensi yang memadai dalam aspek syariah, manajerial, serta tata kelola kelembagaan.

Alhamdulillah, dua pimpinan BAZNAS Kabupaten Batang Hari dinyatakan kompeten, yakni Ketua BAZNAS Batang Hari H. Muslim, M.Sy dan Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan ZIS Mohd Haramen, M.E.Sy. Sementara pimpinan lainnya dijadwalkan akan mengikuti uji kompetensi pada bulan-bulan berikutnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Batang Hari, H. Muslim, M.Sy, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kesungguhan dalam menjaga amanah umat.

“Uji kompetensi ini sangat penting, karena amanah zakat tidak cukup hanya dengan niat baik. Ia harus ditopang dengan ilmu, pemahaman, dan kemampuan memimpin yang benar agar zakat benar-benar membawa maslahat bagi umat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan ZIS, Mohd Haramen, M.E.Sy. Menurutnya, profesionalisme amil merupakan bagian dari nilai ibadah itu sendiri.

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya’ (HR. Bukhari). Hadis ini menjadi pengingat bagi kami bahwa kompetensi adalah bagian dari amanah. Dengan pelatihan dan uji kompetensi ini, kami berikhtiar agar pengelolaan ZIS semakin terpercaya dan membawa keberkahan,” ujarnya.

Melalui proses pembelajaran dan pengujian ini, BAZNAS Kabupaten Batang Hari meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan umat, sebagai bagian dari ikhtiar menuju kesejahteraan yang berkeadilan dan diridhai Allah SWT. (***)

Penulis: Arya Abisatya
Editor: arya abisatya