M Aqil Zhafran

Analisis Diplomasi Budaya Indonesia dan Amerika Serikat Guna Meng-counter Hegemoni Trump di Indonesia.

Oleh : M Aqil Zhafran

Mahasantri Program Studi  Hubungan Internasional Fakultas Humaniora Universitas Darussalam Gontor

maqilzhafran48@student.hi.unida.gontor.ac.id

 

Pendahuluan

Seperti yang diketahui Diplomasi Budaya merupakan salah satu bagian studi akademik yang didalamnya terdapat kontradiksi dan kompleksitas. Kajian ini juga belum terlihat adanya definisi yang akurat dan diterima secara universal. Diplomasi budaya diawali dengan pertukaran budaya sebelum masa abad ke-19 adanya ketidakraturan/sproadis. Meskipun demikian dengan seiring perkembangannya masa pertukaran budaya ini telah menjadi salah satu Upaya kebijakan yang lebih strategis (Grincheva, 2024) .

Indonesia merupakan negara yang berprinsip politik bebas aktif dalam kebijakan luar negerinya. Dalam hal ini bahwasannya, Indonesia tidak memihak blok manapun itu, Namun tetap Indonesia harus berkerjasama dengan negara adidaya demi kelancarannya stablitas politik dan ekonomi dinegaranya. Salah satu dari hal ini yaitu Indonesia Dan Amerika Serikat melakukan diplomasi budaya yang Dimana akan bahas setalah bagian pendahuluan ini.

Dalam penulisan ini bedasarkan Analisa saya dari jurnal yang telah saya baca yang membahas mengenai diplomasi/soft power yang ternyata juga dapat mempengaruhi suatu kebijakan negara(Canyurt, 2025). Dan setelah itu saya kembangkan Analisa saya yaitu Diplomasi budaya Indonesia-Amerika Serikat untuk mengcounter hegemoni trump diindonesia.

ISI Dan Pembahasan

Indonesia telah lama berkerja sama dengan Amerika Serikat semenjak tahun 1949 yang hingga kini telah terhitung 76 tahun lamanya dengan diawali pengakuan kedaulatan Indonesia terhadap Amerika Serikat yang berperan dalam pemutusan untuk pihak belanda dan Indonesia dengan pemimpin negara-negara republik dengan hasil dari Keputusan ini mengarah resmi pada kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949.(Pasha, 2024).

Indonesia berdiplomasi bukan hanya dibagian terpenting negara sahaja seperti ekonomi, militer dan pendidikan tetapi Indonesia juga berdiplomasi aspek budaya karena budaya merupakan salah satu Upaya efektif dalam memperkenalkan dan menunjukkan lingkungan adat kita ataupun juga efektifitas rutinan yang dilakukan Masyarakat didalam negara itu kepada warga internasional demi dapat membantu negara dalam pengakuan internasional. Selain itu,  Budaya juga dapat sebagai aktivitas komunikasi yang bertujuan menghubungkan antar negara. didalam konsep diplomasi budaya, budaya sebagai aset hubungan negara yang dapat disosialisasikan(Sanam, 2025).

 Berikut Implementasi peranan Diplomasi Budaya  Amerika Serikat Dan Indonesia:

A. Diplomasi Wayang Kulit Indonesia Kepada Amerika Serikat

Wayang merupakan salah satu pertunjukkan kesenian yang membangun ciri khas nilai kultural Indonesia. Dalam nilai-nilai itu terkandung dari kepercayaan, moralitas, Pendidikan dan identitas budaya. Salah satu peran nilai-nilai tersebut yaitu Wayang masih digunakan kepada rakyat Indonesia untuk acara spiritual maupun juga ritual adat. Di Indonesia wayang juga sebagai bagian integral dari serangkaian upacara seperti pernikahan, pertanian bahkan acara kematian. Wayang juga sebagai sarana untuk memohon berkah dan meminta pertolongan kepada roh roh /dewi dewi  yang Dimana dipercaya adanya dua hal ini sebagai wujud rasa Syukur atas kehadirannya dalam kehidupan.

Seorang dalang didalam pertunjukkan wayang tidak hanya dianggap sebagai seniman kesenian tetapi juga dipercaya oleh mereka sebagai seorang pemuka agama. Dalang wayang juga sebagai mediasi dalam interaksi Masyarakat  kepada mahluk ghoib. Kebanyakan kepercayaan dari dua hal ini kebanyakan dari Masyarakat kalangan suku jawa.

Dengan adanya hubungan Diplomasi Wayang Kulit terhadap negara adidaya ini diawali semenjak Pameran Kebudayaan Indonesia Di Amerika Serikat atau lebih dikenal nama acaranya KIAS ( Kebudayaan Indonesia Di Amerika Serikat) Pada tahun 1990-1991 dan setelah itu dilanjut, dengan Wayang Kulit tercatat atau diakui oleh UNESCO  ( United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) pada tahun 2003.

Dampak dari hal ini Wayang Kulit membawa faktor pengaruh besar baik dalam negara Amerika Serikat maupun juga internasional yang saya kemukan yaitu Wayang Kulit sebagai bahan integrasi terhadap program Pendidikan budaya di Lembaga pendikan baik Amerika Serikat sendiri maupun juga dilembaga Pendidikan internasional.

Berikut beberapa contoh Lembaga Pendidikan Amerika Serikat maupun internasional yang mengintegrasikan wayang kulit sebagai program Pendidikan budaya didalamnya:

Universitas Harvard Dan California

Menurut data yang saya temukan (universities.Com, 2026) 2 Universitas Ini merupakan 10 Besar Universitas top dunia. 2 Universitas ini yang menjadi Tarik perhatian bukan hanya mendapatkan peringkat Top Global University Sahaja juga berhasil menarik perhatian membawa nilai-nilai budaya Indonesia kesalah satu sistem akademiknya yaitu menciptakan dialog perwayangan dengan nilai-nilai universal.(Rakhmadi, t.t.)

B . Diplomasi Budaya Indonesia-Amerika Serikat: promosi budaya Angklung dalam studi kasus Amerika Serikat

Budaya Angklung mulai mendapat pengakuan dari UNESCO ( United Nations Educational, Scientific And Cultural Organization) sebagai The Representative List Of The Intangible Cultural Heritage Of Humanity ( Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Non Bendawi Manusia) dalam sidang ke-5 inter-govermental committee UNESCO di Nairobi, kenya yang bertepatan pada tanggal 16 November 2010.

Indonesia sebagai pemilik budaya angklung sudah seharusnya untuk memperkenalkan ke kancah internasional. Jika Masyarakat Indonesia tidak mengalami aktivitasi dalam memperkenalkan angklung ini maka apa yang telah diusahakan selama ini hanya akan menjadi panjangan label Sahaja dan tidak akan ada perkembangannya.

Kepemerintahan Indonesia mempunyai peran besar dalam mempromosikan budaya angklung ini dengan melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan serta Kedutaan Besar Republik Indonesia diberbagai negara terlebih khusus kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) Amerika Serikat.

Adapun salah satu implentasi diplomasi  yang telah dilakukan kepemerintahan Indonesia yaitu Angklung pernah dimainkan Di Amerika Serikat dengan memecahkan rekor dunia pada tahun 2011 yang diadakan Kedutaan Besar Republik Indonesia Regional Amerika Serikat dan berkolaborasi Bersama Saung Angklung Udjo dan sebuah kelompok budaya Indonesia yang Bernama House Of Angklung yang berada dikota Wasingthon DC, Amerika Serikat. House Angklung merupakan suatu komunitas yang berdiri di Amerika Serikat dengan bertujuan Memperkenalkan budaya Indonesia melalui Angklung terhadap Warga Amerika Serikat dan menciptakan perdamaian melalui musik. Komunitas ini didirikan oleh para perantau sunda yang berada di Amerika Serikat atas dasar kerinduannya terhadap tanah air dan budaya sunda.(Febrian, 2025).

Implemantasi Transfer Budaya Amerika Serikat- Indonesia

Menurut Cristina De Rossi, Antropolog barnet dan Southgate College di London, Budaya Amerika meliputi  agama, makanan, pakaian yang dikenakan dan cara pemakaiannya, Bahasa, pernikahan, musik, kepercayaan tentang kebenaran, cara mereka duduk dan menyapa tamu dan lain-lain(Rakhmadi, t.t.). dalam hal ini masih memeliki keterkaitan dengan Indonesia dalam memaknai suatu budaya seperti hal nya agama, makanan, Bahasa dan musik yang Dimana menurut saya, dengan adanya diplomasi budaya dan pertukaran budaya maka masing masing negara akan mendapatkan keuntungan seperti halnya memperluas jaringan leluasa budaya dinegaranya agar negara tersebut dapat diketahui suatu kedaulatan negaranya dan aspek positif dalam negaranya.

A . Program Pertukaran Pelajar Amerika Serikat

Pertukaran Pengetahuan/Pelajar merupakan salah satu fenomena yang tidak asing lagi dalam sektor Pendidikan tinggi dan fenomena ini juga makin berjalannya waktu makin berkembang pesat. Secara umum, Pertukaran Pelajar Adalah Suatu konsep yang berkontributor dalam perkembangan strategi inovasi pembelajaran untuk isu berkelanjutan. Pertukaran pelajar juga merupakan suatu Upaya untuk memberikan pemahaman pembelajar yang lebih baik lagi dalam hasil metode pembelajaran berbasis kerja atau Proyek (PBL)(Bull, -).

Mengapa pertukaran pelajar salah satu bagian dari budaya ?

Karena pertukaran pelajar mengacu pada interaksi seseorang kepada orang yang memeliki latar belakang yang berbeda yang Dimana butuh kemampuan beradaptasi kepada orang tersebut. Upaya untuk menggapai hal itu program pertukaran pelajar melengkapi pengajaran Bahasa asing  dan memberikan kesempatan untuk menguasai Bahasa yang sesuai dengan lokal negara tujuan.(Heinzmann dkk., 2025) Seperti yang diketahui Bahasa merupakan suatu bagian integral dari kebudayaan. maka dari itu dalam hal ini sebagai alasan mengapa pertukaran pelajar juga termasuk dari bagian dari budaya.

 Berikut program pertukaran pelajar yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat Dan Indonesia:

KL-YES (Kennedy Lugar Youth Exchange and study)

KL-YES (Kennedy Lugar-Youth Exchange and Study) Adalah suatu program pertukaran pelajar yang dipartsipasikan oleh para  pelajar SMA dari pemerintah amerika serikat yang Dimana tujuan pemerintah Amerika Serikat mengadakan program ini upaya untuk membangun citra nama baik negaranya terhadap negara muslim. Dalam hal ini  terlebih khusus diera kekuasaan Barack Obama dan dia juga mengungkapkan bahwasanya hal ini telah menjadi tugasnya sebagai presiden.

Dengan diadakanya pemograman ini terciptanya penilaian positif terhadap Masyarakat Amerika Serikat. Berikut kinerja pemograman tersebut : menunjukkan aspek positif kebudayaan amerika serikat yang Dimana aspek positif untuk dapat ditiru, beradaptasi dengan pandangan lain agar tidak terjadi perselisihan. Dalam hubungan internasional kinerja ini termasuk konsep Soft Power Currency[1](Rahman, 2019).

B. Masuknya Budaya Kuliner Amerika Serikat Diindonesia

Seperti yang diketahui, telah banyak Perusaharaan Kuliner milik Amerika Serikat yang telah menduduki wilayah Indonesia  seperti MC Donald, KFC Dan AW. Makanan/kuliner merupakan bagian dari budaya karena makanan Adalah bagian dari identitas suatu wilayah. Dengan banyaknya perusaharaan makanan Amerika Serikat di Indonesia dapat membuat berkembangnya sektor ekonomi dinegara kita yaitu salah satunya mendapatakan pendapatan negara dari Fiskal yang Dimana setiap badan usaha yang berdiri di Indonesia(Karyanto & Sofyani, 2024).

Mengapa Diplomasi budaya salah satu Upaya untuk mencounter hegemoni suatu kebijakan trump ?

Diplomasi atau soft power merupakan suatu yang berpengaruh dalam kebijakan negara dan dalam kebijakan luar negeri, soft power sebagai upaya mempengaruhi pihak lain untuk mementingkan personal dengan bedasarkan sumber budaya, ideologi dan institusi. Dalam komponen Budaya mencakupi daya Tarik, persuasi dan penetapan agenda.(Canyurt, 2025). Berikut contoh hegemoni trump terhadap Indonesia:

Asia merupakan benua yang menyumbang export terbesar kepada Amerika Serikat termasuk juga Indonesia(Sihono, 2012). Dengan hal ini trump dapat memandang Indonesia sebagai negara yang memeliki mitra perdangangan yang tidak seimbang. Dengan keberagaman/kekayaan Indonesia yang telah sampai ke kancah internasional. Dengan hal ini, salah satu kekuatan untuk mencounter Kembali hegemoni negatif  trump terhadap Indonesia.

Kesimpulan Dan Penutup

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat saya simpulkan bahwasannya diplomasi budaya merupakan instrumen penting dalam hubungan internasional yang berfungsi sebagai bentuk soft power untuk membangun citra positif dalam suatu negara, memperkuat identitas nasional, serta memengaruhi persepsi negara lain tanpa menggunakan Hard Power/ kekerasan Militer. Dalam konteks hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, diplomasi budaya seperti pertunjukan wayang, promosi angklung, program pertukaran pelajar, serta interaksi kuliner menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi komunikasi lintas bangsa yang efektif dan berkelanjutan.

Di era pemerintahan Donald Trump yang cenderung mengedepankan kebijakan unilateral dan pendekatan Hard Power dalam hubungan internasional, diplomasi budaya menjadi salah satu sarana strategis bagi Indonesia untuk menjembatani potensi hegemoni tersebut. Melalui penyebaran aspek budaya dan pendidikan Indonesia mampu membangun daya Tarik dan memperkuat posisi diplomasi  baik Masyarakat Amerika Serikat maupun juga Masyarakat Internasional . Dengan demikian, diplomasi budaya tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi kebudayaan, tetapi juga dapat instrumen politik menyeimbangkan dominasi kekuatan besar.

Referensi

Alcaraz, J. (2023). Soft Power In Emerging Economies A Partial Least Squares-Structural equation modeling exploratory analysis of the effects on outward foreign direct investmen: 213. What Is Soft Power ? Internasional Area Studies Review, 26, 213.

Bull, R. (-). Measuring the impact of student knowledge exchange for sustainability: A Systematic literature review and framework: 1. Introduction. 2024, 6(100056).

Canyurt, D. (2025). SOFT POWER FROM THE PERSPECTIVE OF INTERNATIONAL RELATIONS THEORIES. Yönetim ve Ekonomi Araştırmaları Dergisi, 23(1), 196–212. https://doi.org/10.11611/yead.1365339

Febrian, F. (2025). Diplomasi Budaya indonesia Ke Amerika Serikat Dalam Mempromosikan Angklung Sebagai Warisan Budaya Dunia: 1. Pendahuluan. Global Insight Journal: Jurnal Mahasiswa Program Studi ilmu Hubungan Internasional-Fisip-UNJANI, 02(1), 4.

Grincheva, N. (2024). The past and future of cultural diplomacy. International Journal of Cultural Policy, 30(2), 172–191. https://doi.org/10.1080/10286632.2023.2183949

Heinzmann, S., Ferris, C., Roderer, T., & Ehrsam, K. (2025). Student exchange in primary and secondary education and its effect on language gains, intercultural competence and language learning motivation: A systematic review of research in the European context. International Journal of Multilingualism, 22(2), 783–821. https://doi.org/10.1080/14790718.2024.2331609

Karyanto, K., & Sofyani, H. (2024). Systematic literature review: Determinants and contribution of restaurant tax to local own-source revenue in Indonesia. Journal of Accounting and Investment, 26(1), 33–57. https://doi.org/10.18196/jai.v26i1.22754

Pasha, N. A. (2024). TRACING AMERICAN SPIRIT IN INDONESIA’S INDEPENDENCE: A HISTORICAL-COMPARATIVE STUDY. Rubikon : Journal of Transnational American Studies, 11(2), 214. https://doi.org/10.22146/rubikon.v11i2.93800

Rahman, M. (2019). Strategi Amerika Serikat melalui program KL-YES (Kennedy Lugar-Youth Exchange And Study) Dalam Upaya Memperbaiki Citra Negara: Studi Kasus Indonesia. Journal Of International Relations, 5(1), 959–965.

Rakhmadi, R. (t.t.). Diplomasi Wayang Kulit Indonesia di Amerika Serikat.

Sanam, S. A. M. (2025). Indonesian Cultural Diplomacy in the United States Through the House of Culture. 5(10).

Sihono, T. (2012). Krisis Finansial Amerika Serikat dan Perekonomian Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 5(2). https://doi.org/10.21831/jep.v5i2.597

universities.Com,  top. (2026). QS World University Rangking. Topuniversities.Com. https://www.topuniversities.com/qs-top-uni-wur#:~:text=1,=22

 [1] “ Menunjukkan Soft Power Mampu Menciptakan Ketertarikan”(Rahman, 2019) Dan(Alcaraz, 2023)

Penulis: M Aqil Zhafran
Editor: arya abisatya