PADANG, bungopos.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah Sumatra Barat (Sumbar) kembali memicu banjir susulan di sejumlah daerah. Kabupaten Agam, Kota Padang, dan Kabupaten Padang Pariaman menjadi wilayah yang paling terdampak dalam peristiwa berulang ini. Banjir tak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menyebabkan jembatan roboh serta memutus akses jalan yang vital bagi aktivitas masyarakat.
Bencana susulan ini menambah panjang daftar penderitaan warga yang sebelumnya telah terdampak banjir bandang pada akhir November 2025. Lumpur, genangan air, dan kerusakan infrastruktur kembali menyelimuti permukiman, seolah menghapus upaya pemulihan yang belum sepenuhnya rampung.
Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatra Barat, Basrial Aidil, menyebut curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir memperparah kondisi daerah-daerah rawan banjir.
“Curah hujan akhir-akhir ini masih cukup tinggi dan ini menyebabkan banjir susulan di beberapa titik. Di Agam, salah satu jembatan yang menjadi akses warga kembali roboh, sehingga mobilitas warga terganggu,” ujar Basrial, seperti dikutip dari NU Online.
Menurutnya, kerusakan jembatan tersebut berdampak langsung pada kehidupan warga. Anak-anak kesulitan menuju sekolah, distribusi logistik terhambat, dan aktivitas ekonomi lumpuh sementara. Kondisi ini menambah beban psikologis masyarakat yang masih trauma akibat bencana sebelumnya.
Situasi serupa juga terjadi di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman. Aliran air yang meluap dari sungai kembali masuk ke permukiman warga dengan arus yang cukup deras. Sejumlah rumah dilaporkan terendam, bahkan sebagian di antaranya mengalami kerusakan berat dan hanyut terseret banjir.
Basrial menegaskan bahwa banjir susulan ini menjadi peringatan serius akan pentingnya mitigasi bencana dan penataan lingkungan yang berkelanjutan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan relawan kemanusiaan untuk terus bersinergi dalam upaya penanggulangan dan pemulihan pascabencana.
Di tengah kondisi cuaca yang belum bersahabat, warga Sumatra Barat kini kembali bertahan, berharap hujan segera reda dan kehidupan perlahan bisa kembali normal. Namun, banjir susulan ini menyisakan pesan kuat: alam membutuhkan perhatian lebih, sebelum bencana terus berulang dan menelan korban yang lebih besar. (***)