SIANG Sabtu (29/11) sekitar pukul 13.00 WIB di Auditorium UIN CTC kawasan Telanai Pura Jambi, semilir angin menyingkap helai-helai dedaunan, seakan mengiringi gerak para cendekia memenuhi ruangan dengan hati yang penuh semangat dan menyala. Disini para cendekia ISNU Jambi menabuh gong perjalanan baru organisasi. Lonceng pengabdian untuk Nahdliyin dan ibu pertiwi mulai dibunyikan.
Madrasah Kader yang dimulai sejak Jum'at (28/11), lalu diikuti Pelantikan PW dan PC ISNU se Jambi sukses digelar dengan khidmat. Ketua Umum PP ISNU Prof Dr.Phill H Kamaruddin Amin MA yang hadir langsung melantik para cendekia. Itu bukan sekadar agenda biasa, melainkan kisah cendekia yang sedang mencari makna tentang arti pengabdian pada NU dan ibu pertiwi.
Dibalik kesuksesan acara tersebut, tentu ada sosok Ketua Panitia, Kaspul Anwar, Ph.D beserta Sekretaris PW ISNU Arfan Azis Ph.D yang sepanjang hari wajah mereka basah bukan karena lelah, melainkan lega.Di balik 99 peserta yang duduk bersisian, kerja kolektif mereka dengan seluruh panitia tumbuh seperti pohon, berakar dari keikhlasan, berdahan dari kebersamaan.“Semua ini sukses karena kita berjalan bersama. Dan alhamdulillah hari ini acara kita sukses,” kata Kasful yang juga Dekan Fakultas Tarbiyah IAIMA Jambi itu.
Sementara dari atas podium di arena pelantikan sendiri, Prof Dr Elita Rahmi MH berdiri dengan pandangan yang menyapu seluruh ruangan. Dalam senyumnya yang penuh kelembutan seorang ibu, ada keteguhan seorang guru besar.
“Madrasah Kader ini ruang kita menanam masa depan. Mari kita berkolaborasi untuk mengabdi membesarkan ISNU,” ucapnya dengan suara menggelegar.
Sedangkan ketika Prof Kamaruddin Amin menyampaikan sambutannya, ruangan serasa bergetar pelan — bukan oleh suara, melainkan oleh makna. Meski singkat, sambutan Ketum yang ingin terbang kembali lagi ke Jakarta itu serasa bagaikan aose dipasir tandus. Semangat pengabdian para cendekia dibakar agar selalu membara.
“ISNU bukan kumpulan orang biasa, Di sini rumah para ahli ilmu," katanya tegas menggelora.
Ia menyebutkan ISNU diisi oleh beragam profesi. Baik itu para profesor, birokrat, bahkan ada yang wali kota, pengusaha dan lain lain. Potensi yang ada ini hendaknya kata Prof Amin, harus dimanfaatkan untuk pengabdian.
"Sangat disayangkan ketika kita tidak berkolaborasi dengan Pemda, UIN, Kemenag, IAIN Kerinci. Kolaborasi ini sangat penting," ucapnya pada acara yang juga dihadiri Gubernur yang diwakili Asisten II Setda Provinsi Jambi itu.
Selain itu juga hadir Rektor UIN, Prof Dr H Kasful Anwar, MPd, Rektor IAIN Kerinci, Dr Jakfar Ahmad, Kakanwil Kemenag, Dr H Mahbub Daryanto, Pimpinan BSI wilayah Sumbagsel dan pejabat lainnya. (***)