MENGASAH KREATIFITAS : Melalui ruang diskusi

Kecerdasan Buatan Ancam Kreativitas Manusia, Ini Ciri-ciri Manusia Kreatif !

JAKARTA, bungopos.com - Kecerdasan buatan (Artificial Intelegency) mengancam ruang kreativitas manusia. AI ini disebut bisa bisa menyeragamkan pikiran manusia. Hal ini disampaikan oleh Dosen Filsafat Universitas Indonesia, Dr. Luh Gede Saraswati Putri saat diskusi membahas isu saintisme dan filsafat di Universitas Paramadina belum lama ini.

Dirinya mengatakan, perlu kembali pada penghayatan hidup sehari-hari sebagai upaya mendamaikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Mengingat, hari ini manusia dihadapkan pada krisis multidimensional yang berakar pada objektivisme berlebihan.

''Ilmu pengetahuan harus kembali melibatkan pengalaman hidup sehari-hari manusia agar tidak kehilangan makna,” ujar Saraswati.

Sementara itu, dosen Universitas Paramadina, Dr. Budhi Munawar-Rachman membahas peran filsafat dalam menghadapi transformasi digital. Menurutnya, filsafat berfungsi sebagai kerangka kritis untuk memahami dampak teknologi terhadap manusia, menganalisis isu privasi, dan mengarahkan inovasi teknologi menuju tujuan yang humanistik.

Filsafat harus mempertahankan wataknya sebagai ilmu kritis yang ‘menggonggong’ terhadap perubahan zaman. Kita memerlukan filsafat untuk menilai ulang metode tradisional memperoleh pengetahuan dan memahami isu-isu etis seperti privasi dan kecerdasan buatan,” tutur Budhi.


Dr. M. Subhi-Ibhrahim menutup diskusi dengan menyoroti pentingnya mengembalikan filsafat ke esensinya sebagai philosophia, yaitu cinta kebijaksanaan. Ia menekankan pentingnya hubungan antara pengetahuan dan kehidupan sehari-hari, sebagaimana yang dicontohkan pada masa klasik.
Filsafat tidak boleh kehilangan marwahnya. Sebagai philosophia, filsafat harus menjadi titik awal untuk memahami kehidupan dan titik akhir untuk menemukan kebijaksanaan dalam menghadapi realitas,” ujar Subhi-Ibhrahim.(***)

 
Sumber: https://paramadina.ac.id/