KREDIT : Dikabupaten Bungo
MUARA BUNGO, bungopos.com — Di balik ramainya aktivitas ekonomi Kabupaten Bungo sepanjang 2025, tersimpan sebuah fakta yang menarik. Sebagian besar pinjaman masyarakat di bank-bank pemerintah ternyata bukan digunakan untuk membangun usaha atau memperluas investasi, melainkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Data Kabupaten Bungo Dalam Angka 2026 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Bank Jambi menjadi lembaga keuangan dengan penyaluran kredit terbesar dibandingkan bank pemerintah lainnya di Kabupaten Bungo. Nilainya mencapai Rp4,98 miliar, jauh melampaui bank-bank nasional yang beroperasi di daerah tersebut.
Yang paling mencolok adalah komposisi pinjamannya. Dari total kredit yang disalurkan Bank Jambi, sekitar Rp4,56 miliar atau lebih dari 90 persen merupakan kredit konsumsi. Artinya, sebagian besar masyarakat memanfaatkan pinjaman untuk kebutuhan seperti renovasi rumah, pendidikan, kendaraan, biaya keluarga, hingga berbagai pengeluaran rumah tangga lainnya.
Sebaliknya, kredit yang benar-benar menggerakkan sektor produktif masih relatif kecil. Pinjaman untuk modal kerja tercatat sekitar Rp56 juta, sedangkan investasi hanya sekitar Rp364 juta.
Gambaran tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat masih lebih banyak ditopang oleh belanja dibandingkan ekspansi usaha.
Sementara itu, BNI menyalurkan kredit sebesar Rp520,72 juta. Komposisinya juga masih didominasi kredit konsumsi sebesar Rp201,28 juta, diikuti modal kerja Rp288,29 juta, dan investasi Rp31,15 juta.
Di Bank Mandiri, total pinjaman mencapai Rp220,66 juta, dengan kredit konsumsi sebesar Rp123,76 juta, modal kerja Rp61,80 juta, dan investasi Rp35,10 juta.
Dalam tabel tersebut, BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI) belum menampilkan data pinjaman pada periode yang sama.
Konsumsi Menjadi Mesin PertumbuhanDominasi kredit konsumsi sebenarnya bukan fenomena yang sepenuhnya negatif. Dalam jangka pendek, belanja masyarakat mampu menjaga perputaran ekonomi daerah. Pedagang memperoleh pembeli, jasa transportasi tetap bergerak, sektor perdagangan hidup, dan berbagai usaha kecil memperoleh dampak dari meningkatnya daya beli.
Namun dalam perspektif pembangunan jangka panjang, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa investasi produktif masih perlu diperkuat.
Ekonomi yang sehat umumnya ditopang oleh meningkatnya investasi dan modal kerja. Kredit produktif mendorong lahirnya usaha baru, memperbesar kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Sebaliknya, apabila pertumbuhan kredit lebih banyak diarahkan untuk konsumsi, pertumbuhan ekonomi berisiko menjadi kurang kuat karena tidak selalu menghasilkan tambahan kapasitas produksi. (***)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com