3.000 Warga Padati Persawahan Olak Kemang, Festival Baselang Ka Umo 2026 Bangkitkan Memori Leluhur
JAMBI, Bungopos.com – Pagi yang sejuk di Kawasan Pertanian Payo Nangko dan Lopak Putri, Kelurahan Olak Kemang, berubah riuh pada Sabtu (13/6/2026). Sejak matahari baru menyingsing pukul 06.00 WIB hingga tengah hari, tak kurang dari 3.000 warga tumpah ruah memadati area persawahan.
Kehadiran massa yang membludak jauh melampaui ekspektasi panitia ini menjadi bukti tak terbantahkan suksesnya gelaran Festival Budaya Baselang Ka Umo 2026.
Pesan Mengakar dari Jambi Kota Seberang
Mengusung tema *"Memelihara Tradisi, Menguatkan Tali Silaturahmi"*, acara ini bukan sekadar ajang hiburan dan kumpul-kumpul semata. Ketua KMJKS, **H. Fakhruddin Razi, SH., MH., menegaskan bahwa festival ini adalah langkah konkret merawat amanah leluhur di tengah derasnya arus modernisasi.
Di era yang serba cepat ini, menjaga akar budaya adalah tugas kita bersama. Festival ini adalah wujud nyata upaya kita merawat ingatan dan memastikan generasi anak cucu kita kelak masih mengenal identitas aslinya,"tegas Fakhruddin Razi dengan penuh semangat saat membuka acara.
Lintas Generasi Menyatu dalam Aksi dan Estetika
Sepanjang pagi, antusiasme pengunjung tidak surut. Panitia berhasil mengemas tradisi masa lalu menjadi tontonan dan partisipasi yang menghibur namun sarat makna:
Aksi di Lahan Basah : Sorak-sorai penonton pecah saat bapak-bapak beradu ketangkasan menangkap ikan dengan tangan kosong (*Bakarang*) dan pamer kekuatan bertani tradisional (*Nugal*). Pemandangan tak kalah eksotis datang dari ibu-ibu kelompok tani yang tampil anggun menanam padi mundur (*Nandur*), lengkap dengan balutan tengkuluk baumo dan bedak beras dingin.
Pesta Rasa & Visual: Pengunjung dimanjakan dengan sajian lima kue tradisional autentik buatan ibu-ibu PKK dalam *Festival Mutur*. Sementara itu, para pegiat lensa dari Komunitas Jambi Seberang Fotografi sibuk membidik momen-momen emas ini lewat Lomba Foto.
Ruang Edukasi & Spiritual: Mengukuhkan identitas masyarakat yang agamis, acara dibuka dengan Qosidah Burdah, zikir, dan doa bersama. Generasi muda juga diajak menyelami sejarah *Tudung Lingkup (Batoret)* dengan bimbingan langsung dari pakar Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi.
Sinergi Solid dan Makan Merawang sebagai Puncak Acara
Kemegahan festival ini tercipta berkat sinergi yang luar biasa. Digagas oleh **KMJKS**, Baznas Kota Jambi, Dinas Pertanian, dan **Dinas Kebudayaan**, acara ini dikawal penuh oleh Camat Danau Teluk dan Camat Pelayangan.
Dukungan kuat juga mengalir dari Pemerintah Kota Jambi, Ketua DPRD Kota Jambi, dan LAM Kota Jambi. Anggota DPRD Kota Jambi, **Ahmad Zayadi**, bahkan terlihat hadir berbaur langsung menikmati kemeriahan bersama masyarakat. Kesuksesan ini turut ditopang oleh kepedulian pihak swasta, yakni **Bank 9 Jambi Syariah, Kopi Paman, Sirup Kurnia, Djarum, dan Yamaha.
Sebagai penutup yang manis, seluruh elemen masyarakat melebur tanpa sekat dalam Jamuan Makan Merawang. Ribuan orang duduk beralaskan daun dan nampan di atas pematang *umo*, menyantap hasil alam lokal dengan penuh rasa syukur. Tidak hanya berpesta, panitia juga menyisipkan aksi sosial berupa penyerahan **Donasi Kemanusiaan** untuk warga yang membutuhkan.
Semangat luhur hari itu ditutup dengan apik lewat pantun khas sang Ketua KMJKS yang menggema di area persawahan:
"Makan nasi lauk ikan kerutup, Duduk basamo di pematang umo. Mari lestarikan tradisi kito basamo.(*)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com