BERBAUR : Guru MTsN 4 Bungo di hari raya Idul Adha
MUARA BUNGO, bungopos.com - Pagi itu, langit Dusun Mangun Jayo, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, terasa berbeda. Gema takbir yang bersahut-sahutan selepas Sholat Iduladha tidak hanya memenuhi ruang-ruang masjid dan halaman dusun, tetapi juga mengetuk hati setiap warga yang hadir dalam suasana penuh keberkahan, Rabu, 27 Mei 2026.
Di tengah kesibukan masyarakat mempersiapkan pelaksanaan ibadah kurban, tampak seorang guru MTsN 4 Bungo larut bersama warga. Tanpa sekat jabatan, tanpa menjaga jarak sebagai pendidik di lingkungan sekolah, ia membaur dalam semangat gotong royong yang hidup di tengah masyarakat desa.
Tangannya ikut membantu menyiapkan lokasi penyembelihan. Langkahnya sigap berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Sesekali ia membantu proses pengemasan daging kurban, lalu kembali memastikan distribusi berjalan tertib agar manfaat kurban benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tidak ada sorotan berlebihan. Tidak ada panggung kehormatan. Namun justru dalam kesederhanaan itulah terpancar makna pengabdian yang sesungguhnya.
Iduladha di Dusun Mangun Jayo tahun ini bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban. Ia menjelma menjadi ruang perjumpaan nilai-nilai kemanusiaan, tempat di mana ukhuwah Islamiyah tumbuh begitu hangat di antara warga yang saling membantu tanpa pamrih.
Anak-anak muda tampak mengangkat perlengkapan bersama para orang tua. Kaum ibu sibuk menyiapkan konsumsi dengan wajah penuh keikhlasan. Para tokoh masyarakat saling berkoordinasi memastikan seluruh proses berjalan lancar. Dan di antara mereka, seorang guru hadir bukan sekadar sebagai pengajar, melainkan sebagai bagian utuh dari denyut kehidupan masyarakat.
Momentum itu seakan menghidupkan kembali teladan agung Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS — tentang ketundukan kepada Allah SWT, tentang keikhlasan, serta tentang kesediaan berbagi demi kemaslahatan bersama.
Di tengah dunia yang kian individualistis, pemandangan sederhana di Dusun Mangun Jayo menghadirkan pelajaran berharga: bahwa pendidikan sejati tidak hanya lahir dari buku dan ruang kelas, tetapi juga dari keteladanan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran guru MTsN 4 Bungo dalam kegiatan kurban tersebut menjadi pesan moral yang kuat bagi para peserta didik. Bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Bahwa kecerdasan tidak akan bermakna tanpa akhlak dan rasa empati terhadap sesama.
Masyarakat pun menyambut kebersamaan itu dengan penuh haru. Tidak ada perbedaan status sosial, profesi, ataupun latar belakang. Semua melebur dalam satu tujuan: menunaikan ibadah dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Di balik aroma tanah basah dan hiruk-pikuk pembagian daging kurban, tersimpan sebuah harapan besar. Bahwa tradisi gotong royong, nilai ukhuwah Islamiyah, dan semangat berbagi akan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai fondasi membangun masyarakat yang kuat dan beradab.
Karena sesungguhnya, Iduladha bukan hanya tentang apa yang disembelih, tetapi juga tentang ego yang ditundukkan, kepedulian yang dihidupkan, dan cinta kemanusiaan yang ditebarkan.
Dan pagi itu, di Dusun Mangun Jayo, seorang guru telah mengajarkan semuanya — bukan lewat kata-kata, melainkan melalui keteladanan. (***)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com