ANTRE : SPBU yang dipenuhi para konsumen BBM

Waspada Lonjakan Harga Sembako, Harga BBM Dunia Melejit

Posted on 2026-03-30 13:00:17 dibaca 173 kali

JAKARTA, bungopos.com - Di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi pasar energi dunia, Indonesia diingatkan untuk segera memperkuat langkah mitigasi terhadap potensi kenaikan harga minyak. Situasi ini menjadi perhatian serius karena fluktuasi harga energi tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi nasional, tetapi juga langsung dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara bahkan telah lebih dulu mengambil langkah antisipatif. Filipina, misalnya, menetapkan status darurat energi guna merespons lonjakan harga minyak. Sementara itu, Malaysia memilih memperkuat kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga stabilitas harga di dalam negeri.

Di negara lain seperti Singapura, Thailand, dan Vietnam, kenaikan harga BBM juga mulai dirasakan masyarakat. Fenomena ini menjadi sinyal penting bahwa gelombang tekanan energi sedang melanda kawasan, sehingga Indonesia perlu menyiapkan langkah kebijakan yang cepat, terukur, dan tepat sasaran.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Komisi XII, Irsan Sosiawan, menyoroti pentingnya peningkatan kewaspadaan pemerintah terhadap perkembangan harga minyak dunia.

“Perkembangan situasi global saat ini menunjukkan adanya tekanan terhadap harga minyak yang perlu dicermati secara serius oleh pemerintah,” ujar Irsan dalam keterangannya yang dikutip Parlementaria di Jakarta.

Menurutnya, perbedaan antara asumsi harga minyak dalam APBN Indonesia dengan realisasi harga di pasar internasional berpotensi menimbulkan tekanan terhadap kondisi fiskal negara, terutama pada pos subsidi dan kompensasi energi.

Meski demikian, Irsan menilai situasi ini juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan energi yang lebih berkelanjutan. Pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas melalui pengelolaan subsidi yang tepat sasaran, efisiensi anggaran, serta langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.

“Upaya penyiapan langkah yang terukur dan antisipatif diharapkan dapat terus diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujar politisi dari Partai NasDem tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa dinamika harga energi tidak hanya berdampak pada sektor fiskal, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Kenaikan harga energi berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat dan memicu tekanan inflasi apabila tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, kewaspadaan menjadi kunci. Dengan kebijakan yang responsif dan berpihak pada kepentingan rakyat, Indonesia diyakini mampu menghadapi tantangan ini dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi kesejahteraan masyarakat.

Di tengah gelombang ketidakpastian global, langkah antisipatif yang bijak bukan hanya soal menjaga angka-angka ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa harapan dan ketahanan masyarakat tetap terpelihara. Energi bukan sekadar komoditas, melainkan denyut kehidupan yang harus dijaga agar tetap mengalir bagi masa depan bangsa. (***)

Editor: arya abisatya
Sumber: https://www.dpr.go.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com